facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Kritik BEM UI, Mahasiswa NTT Juluki Jokowi "Bapak Pembangunan Indonesia"

Muhammad Taufiq Sabtu, 03 Juli 2021 | 15:52 WIB

Kritik BEM UI, Mahasiswa NTT Juluki Jokowi "Bapak Pembangunan Indonesia"
Presiden Jokowi saat melakukan sidak PPKM Mikro di lingkungan RW 01, Rawasari, Cempaka Putih, Jakarta Pusat. (Dok Agus Suparto)

Ternyata tidak semua mahasiswa kontra dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas San Pedro, Nusa Tenggara Timur (NTT) misalnya.

SuaraSulsel.id - Ternyata tidak semua mahasiswa kontra dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas San Pedro, Nusa Tenggara Timur (NTT) misalnya.

Mereka berbeda pandangan dengan BEM UI yang melabeli Presiden RI itu ‘The King of Lip Service’. Menurut Wakil Presiden BEM San Pedro NTT Frengki Harim, Presiden Jokowi tak seperti yang dituduhkan pihak BEM UI tersebut.

Bahkan sebaliknya, kata Frengki, mantan Gubernur DKI Jakarta itu adalah pemimpin yang layak dilabeli ‘Bapak Pembangunan Indonesia Sentris’.

"Saya sebagai anak luar Pulau Jawa tepatnya berada di selatan Indonesia sangat senang dengan perkataan Presiden Joko Widodo yang mengatakan bahwa pembangunan hari ini tidak lagi Jawa sentris tapi sudah Indonesia sentris. Dan kami melihat Jokowi tidak hanya lips service, tapi membuktikan kata-katanya dengan pembangunan nyata," ujar Frengki Harim, dikutip dari hops.id, jejaring suara.com, Sabtu (03/07/2021).

Baca Juga: BEM se-Jabodetabek Sentil BEM UI soal Kritikan The King of Lip Service

Ia pun menilai postingan kritik BEM UI terhadap Presiden Jokowi tidak cocok. Sebagai agen kontrol sosial, kata dia, memang menjadi tugas mahasiswa mengawasi dan mengkritik kebijakan pemerintah yang tidak pro rakyat. Tapi tentu bukan personalnya, sebab bagaimanapun Jokowi adalah seorang presiden.

Apabila kebijakan atau peraturan yang diberikan pemerintah memberatkan dan merugikan masyarakat, kata dia, tentu BEM harus bersuara dan memberikan solusi agar pemerintah melakukan apa yang menjadi aspirasi dari masyarakat.

Namun sebaliknya, kata Frengki, apabila program pembangunan yang dilakukan pemerintah bermanfaat namun tidak ada dukungan dari masyarakat, sebagai kelompok intelektual, mahasiswa harus objektif dan bersuara agar masyarakat memahami tujuan dari pembangunan tersebut.

Pihaknya pun mengungkapkan bahwa masyarakat Nusa Tenggara Timur yang selama ini tertinggal dari daerah lainnya khususnya di Pulau Jawa sangat merasakan pembangunan di era kepemimpinan Presiden Jokowi.

"Kami sebagai anak miskin di NTT sangat merasakan KIP di masa Jokowi. Kami sebagai masyarakat petani dimana NTT yang selama ini merasakan kekeringan dan disebut ‘sumber air sudah dekat’, pada masa pemerintahan Jokowi telah dibangun tujuh bendungan, dan semua akan rampung tahun 2024. Ini adalah pembuktian dari kata-kata Presiden Jokowi," tuturnya.

Baca Juga: Ade Armando: Leon Alvinda Putra Adalah Veronica Koman Pendukung Teroris Papua

Oleh karena itu, ia meminta mahasiswa untuk objektif memberikan penilaian dan kritik atas pembangunan yang dilakukan oleh pemerintahan Jokowi.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait