facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Beri Listrik 36 Rumah di Enrekang, PLN Keluarkan Rp 1,2 Miliar

Muhammad Yunus Sabtu, 19 Juni 2021 | 14:32 WIB

Beri Listrik 36 Rumah di Enrekang, PLN Keluarkan Rp 1,2 Miliar
Seorang petugas PLN memeriksa jaringan listrik di lokasi Kampar International Dragon Boat Festival” (KIDBF) 2019 di Danau Rusa, Kabupaten Kampar, Riau, Kamis (18/7/2020). (Humas PLN Riau-Kepri)

PT PLN UIW Sulselrabar mengeluarkan investasi sebesar Rp 1,2 miliar

SuaraSulsel.id - PT PLN UIW Sulselrabar mengeluarkan investasi sebesar Rp 1,2 miliar untuk memberikan listrik 36 rumah di Dusun Kampung Baru, Desa Bulo, Kecamatan Bungin, Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan.

PLN menyiapkan sekitar Rp 35 juta untuk setiap KK di dusun terpencil tersebut.

“Dengan terlistrikinya dusun tersebut, menjadi bukti bahwa PLN terus berupaya menembus setiap tantangan. Guna menghadirkan keadilan energi untuk masyarakat, khususnya menghadirkan listrik hingga ke seluruh pelosok negeri,” ucap Vice President Public Relations PLN Arsyadany G. Akmalaputri melalui keterangannya di Makassar, Sabtu 19 Juni 2021.

Dusun Kampung Baru berjarak sekitar 65 km dari Ibu Kota Kabupaten Enrekang. Dari pusat Kecamatan Bungin, dusun tersebut berjarak 8 kilometer dengan waktu tempuh sekitar 2,5 jam.

Baca Juga: Link Info Beasiswa Kampus BUMN, Termasuk Telkom, PLN, Pertamina dan BRI Institute

Untuk menghadirkan listrik di dusun tersebut, PLN membangun Jaringan Tegangan Menengah (JTM) sepanjang 1,02 kilometer sirkuit (kms), Jaringan Tegangan Rendah sepanjang 3,65 kms, dan Gardu Distribusi dengan kapasitas daya sebesar 50 kilo Volt Ampere.

Dengan pembangunan tersebut, kelistrikan di Dusun Kampung Baru kini tersambung dengan sistem kelistrikan Sulawesi Bagian Selatan, sehingga lebih andal.

“Untuk mencapai dusun tersebut, petugas kami harus menempuh jalanan bebatuan dengan medan yang terjal. Ini menjadi tantangan tersendiri bagi kami,” terang Arsya.

Selain sebagai alat penerangan, dengan sebagian besar bermata pencaharian sebagai petani bawang, PLN berharap hadirnya listrik dapat meningkatkan produktivitas para petani dan meningkatkan gerak roda ekonomi masyarakat di daerah terpencil tersebut.

“Hadirnya listrik kami harap dapat muncul usaha baru, misalnya pengolahan hasil tani bawang, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sini,” ujar Arsya.

Baca Juga: Mobil Listrik Ini Gratiskan Biaya Pengisian Baterai Selama Tiga Tahun

Bupati Enrekang, Muslimin Bando mengungkapkan kebahagiaannya karena sudah lama warga desa itu mengharapkan listrik. Ia berterima kasih kepada PLN, seraya meminta warga membantu PLN memelihara jaringan listrik tersebut.

“Ini adalah hari bersejarah bagi Kampung Baru, dengan aliran listrik ke rumah dan kebun warga, ditambah akses jalan yang memadai, dapat meningkatkan kesejahteraan desa,” kata Muslimin.

Kepala Dusun Kampung Baru, Dala menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas upaya PLN menghadirkan listrik di dusunnya. Sebelum hadirnya listrik PLN, warga menggunakan Pembangkit Listrik Tenaga Mini Hidro (PLTMH) swadaya yang hanya bisa dimanfaatkan untuk keperluan penerangan.

"Dulu listriknya tidak stabil dan hanya bisa digunakan untuk penerangan saja. Mudah-mudahan dengan hadirnya listrik PLN dapat membantu perekonomian masyarakat setempat, dalam meningkatkan produksi bawang yang mayoritas adalah petani," imbuhnya.

Melalui program listrik desa, PLN terus berupaya meningkatkan rasio elektrifikasi (RE) di Sulawesi Selatan. Hingga Februari 2021, RE di Sulsel telah mencapai 99,99 persen.

Angka tersebut meningkat 11,9 persen dari tahun 2016 yang baru mencapai 88 persen. Rasio elektrifikasi merupakan jumlah perbandingan rumah tangga berlistrik baik listrik PLN maupun non PLN dengan total rumah tangga yang ada di suatu wilayah atau negara. (Antara)

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait