alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Jokowi Minta Tolong Kapolri : Banyak Driver Dipalak Preman, Tolong Diselesaikan

Muhammad Yunus Jum'at, 11 Juni 2021 | 10:11 WIB

Jokowi Minta Tolong Kapolri : Banyak Driver Dipalak Preman, Tolong Diselesaikan
Presiden Jokowi telpon Kapolri Listyo Sigit Prabowo, minta tolong menyelesaikan masalah preman di Pelabuhan Tanjung Priok, Kamis 10 Juni 2021 / [SuaraSulsel.id / Sekretariat Presiden RI]

Presiden Jokowi bertemu para sopir kontainer. Untuk mendengar langsung keluhan.

SuaraSulsel.id - Belasan sopir kontainer berkumpul di perbatasan Dermaga Jakarta International Container Terminal (JICT) dan Terminal Peti Kemas Koja, Kamis, 10 Juni 2021. Mereka berbincang bersama Presiden Joko Widodo.

"Pagi hari ini saya senang bisa bertemu dengan Bapak-Bapak semuanya. Saya mendapatkan keluhan yang saya lihat dari media sosial, terutama driver banyak yang mengeluh karena urusan bongkar muat," ucap Presiden Jokowi membuka dialog.

Presiden Jokowi sengaja bertemu para sopir kontainer. Untuk mendengar langsung keluhan yang mereka alami, terutama soal pungutan liar (pungli).

Presiden Jokowi berpandangan bahwa seharusnya para sopir kontainer merasa nyaman saat bekerja, terutama di tengah situasi sulit akibat pandemi Covid-19.

Baca Juga: Menkop Teten: Presiden Minta Ada Percepatan Digitalisasi UMKM

"Driver mestinya merasa nyaman semuanya. Jangan sampai ada yang mengeluh karena banyaknya pungutan. Itu yang mau saya kejar, kalau ada. Silakan," ungkapnya.

Agung Kurniawan, seorang sopir kontainer lantas mengacungkan tangan dan menyampaikan keluh kesahnya selama menjadi sopir kontainer. Pria kelahiran Ngawi, 38 tahun silam ini menjelaskan bahwa para sopir kontainer kerap menjadi sasaran tindak premanisme.

"Begitu keadaan macet, itu di depannya ada yang dinaiki mobilnya, naik ke atas mobil bawa celurit atau nodong begitu, itu enggak ada yang berani menolong, Pak. Padahal itu depan, belakang, samping, kanan itu kan kendaraan semua, dan itu orang semua, dan itu sangat memprihatinkan," ujar Agung.

"Karena dia takut, kalau posisinya nanti dia membantu, preman-preman itu akan menyerang balik ke dirinya. Maka dia lebih memilih tutup kaca. Dan itu memprihatinkan sekali begitu, Pak," lanjutnya.

Hal ini diamini oleh rekannya sesama sopir kontainer, Abdul Hakim, yang menyebut bahwa kemacetan merupakan penyebab para preman bisa leluasa menjalankan aksinya.

Baca Juga: 24 Orang Diamankan Usai Jokowi Perintahkan Kapolri Berantas Pungli di Jakut

"Kalau mungkin lancar, ini mungkin tidak ada, Pak. Jadi ini kendala kita ini kemacetan aslinya, Pak. Jadi kami mohon kepada Bapak Presiden, bagaimana solusi ini ke depannya, kami. Karena kami, Pak sakit hati sebenarnya, Pak kalau dibilang sakit hati. Saya kira begitu. Tidak ada kenyamanan untuk sopir kami, sopir-sopir yang mengemudi di Tanjung Priok," keluhnya.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait