suara mereka

Unik! Masjid Tua Ini Dibangun di Atas Bongkahan Batu Besar

Bangunan masjid berdiri di atas bongkahan batu besar

Muhammad Yunus
Kamis, 06 Mei 2021 | 13:57 WIB
Unik! Masjid Tua Ini Dibangun di Atas Bongkahan Batu Besar
Masjid Taqwa Al Amin di Kabupaten Pinrang. Berdiri di atas bongkahan batu besar / [KabarMakassar.com]

SuaraSulsel.id - Masjid Taqwa Al Amin di Kabupaten Pinrang ini tergolong unik. Bangunannya berdiri di atas bongkahan batu besar. Tidak hanya itu, masjid ini disebut sudah memiliki umur 409 tahun.

Memiliki luas 110 meter per segi. Masjid berdiri di atas batu yang memiliki tinggi 5 meter.

Masjid tua ini berada di atas puncak Gunung Bajai. Deakat lokasi Pembangkit Listrik Tenaga Air Bakaru. Sekitar 1.000 meter di atas permukaan laut. Tepatnya di Dusun Tondo Bunga, Desa Kariango, Kecamatan Lembang, Kabupaten Pinrang.

Menurut warga, masjid dibangun oleh seorang ulama bernama Andi Al-Amin pada tahun 1612-1613 yang merupakan kerabat Arung Palakka, Raja Bone.

Baca Juga:Kokohnya Mimbar Berusia 300 Tahun, Saksi Bisu Syiar Islam di Siak

Berdasarkan informasi yang dihimpun KabarMakassar.com -- jaringan Suara.com, masjid ini awalnya dibangun dari kayu kanyuruan dan kambelu dengan atap dari ijuk. Namun, pembangunan masjid ini tidak disertai dengan pembuatan tangga.

Setelah generasi kedua pendiri masjid ini yang menjadi imam, masjid kemudian dibuatkan tangga dari bambu dan pada imam yang ke tiga, tangga masjid ini terbuat dari beton seperti yang ada saat ini.

Keunikan lainnya, masjid ini dulunya memiliki lorong angin pada sisi kedua batu yang menyangganya. Lorong angin tersebut yang memicu terjadinya pusaran angin, hingga ke lantai atas (tempat salat jamaah) yang berfungsi sebagai pendingin ruangan. Hanya saja saat ini, lorong pusaran angin itu telah ditutupi menggunakan tumpukan batu.

Sementara di bagian belakang bongkahan batu bangunan itu, terdapat dua makam pendiri masjid yakni makam Al-Amin dan istri.

Masjid Taqwa Al Amin ini direnovasi pada tahun 1978 oleh penduduk setempat agar masjid ini terlihat modern. Namun, renovasi pada tahun itu masih terbuat dari kayu. Dan tahun 1998 bangunan masjid yang dari kayu kemudian diganti dengan bangunan yang terbuat dari Beton.

Baca Juga:Kasus Larangan Masker Berujung Damai, Muannas: Hukum Mestinya Tegak Lurus

Kepala Desa Kariango, Muhammad Jafar mengatakan masjid itu dibangun oleh seorang ulama bernama Andi Al-Amin yang datang ke kampung itu sekitar tahun 1611 dan menikah dengan warga setempat. Setahun kemudian ia mulai membangun masjid tersebut.

“Usia masjidnya sudah sekitar 400 tahun. Dibangun oleh Andi Al-Amin sekitar tahun 1612 masehi,” kata Jafar kepada KabarMakassar, Kamis 6 Mei 2021.

Jafar mengatakan kalau Al Amin berada di Tondong Bunga ketika terjadi perang antara Balanipa dan Topango, sehingga kerajaan Bone yang menjalin hubungan dengan kerajaaan Letta membantu Pasukan Topango. Dan ketika Arung (Raja) Letta yang ke-9 bernama Tellu Tombinna berkunjung ke Bone untuk melihat warga kerajaan Letta yang diungsikan ke sana, Al Amin saat itu mengaji di sebuah masjid kerajaan. Sehingga Arung Letta meminta kepada raja Bone untuk membawa Al Amin ke Letta.

“Saat itu warga di kerajaan Letta sudah memeluk agama Islam, hanya saja belum memiliki guru mengaji, sehingga Arung Letta berinisiatif membawa Al Amin untuk mengajar mengaji di kerajaan Letta,” ujarnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini