Guru Korban Keganasan KKB Papua Ingin Rayakan Natal Bersama Anak

Belum sempat melihat langsung anaknya yang berumur 6 bulan

Muhammad Yunus
Jum'at, 16 April 2021 | 10:40 WIB
Guru Korban Keganasan KKB Papua Ingin Rayakan Natal Bersama Anak
Kolase 2 Guru asal Toraja Utara yang meninggal setelah ditembak KKB Papua / [SuaraSulsel.id / Istimewa]

SuaraSulsel.id - Dewi Gita Pailing (21 tahun) tak pernah menyangka, suaminya Yonathan Rende menjadi korban keganasan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua.

Yang ia tahu, suaminya mengabdi sebagai guru sekolah menengah pertama di pedalaman Papua. Hingga, kabar duka menghampirinya pada 9 April lalu.

Dewi mengaku tak pernah memiliki firasat buruk soal kepergian sang suami. Mereka sempat berkomunikasi sebelum dinyatakan menjadi korban penembakan.

Dewi bercerita, suaminya dan salah satu korban lagi, yakni Oktovianus Roya memang akrab. Mereka mengajar di lokasi yang sama, walau beda sekolah.

Baca Juga:Hindari Teror Penembakan di Papua, 27 Guru dan Nakes Dievakuasi ke Timika

Oktovianus lebih dulu ditembak di Distrik Beoga, Kabupaten Puncak, Papua. Besoknya, Yonathan kemudian akan mengambil terpal, untuk ibadah penguburan.

Namun, nasib naas menghampirinya. Ia juga dihadang dan langsung ditembak di tengah jalan.

Dari hasil forensik, kata Dewi, suaminya terkena tembakan di bagian dada tembus ke punggung. Ada dua bekas tembakan yang ditemukan.

Kemarin, jasad Yonathan sudah dimakamkan di pemakaman keluarga di Desa Batu Limbong, Kecamatan Bangkelekila, Toraja Utara. Pelepasan jenazah dilakukan dengan upacara.

"Sudah dikubur kemarin. Kami berterima kasih kepada semua pihak yang sudah membantu," kata Dewi dengan nada ketir, Jumat, 16 April 2021.

Baca Juga:Guru Besar UI Meutia Hatta: Poligami Bisa Turunkan Daya Juang Anak

Isak tangis kerabat mengiringi pemakaman sang pahlawan tanpa tanda jasa itu. Kepergiannya meninggalkan luka yang sangat dalam.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini