Hadi menjual nasi kuningnya seharga Rp 5 ribu per bungkus. Kadang dalam sehari, Hadi hanya mampu menjual 3 sampai 8 bungkus, bahkan terkadang tak ada satu pun yang terjual sama sekali.
Meskipun hidup dalam keadaan pas-pasan, Hadi tak lupa untuk selalu berbagi terhadap sesama.
Ia selalu membagikan sisa dari nasi kuning yang tidak habis terjual kepada para pemulung yang melintas di sekitar jalan.
"Biasa itu juga kalau tidak laku saya bagi-bagi sama pemulung yang suka lewat di sini. Namanya kita ini kan harus berbagi juga, saya kasihan juga liat orang pemulung begitu," tambahnya.
Baca Juga:Astagfirullah Masjid di Cianjur Terbakar, Tapi Rak Berisi Alquran Selamat
Bagi Hadi, dengan kebiasaan berbagi membuat dirinya senang dan bersyukur karena dapat berbagi rezeki dengan orang lain.
Saat ini, Hadi tinggal seorang diri dengan mengontrak rumah di Jalan Stadion Konggoasa, Kelurahan Laloeha, Kabupaten Kolaka.
Sebelumnya, Hadi merupakan alumni santri yang pernah menimbah ilmu agama selama 4 tahun di pondok pesantren (Ponpes) Daarul Hikmah, yang berada di daerah Kabupaten Kolaka Utara (Kolut).