SuaraSulsel.id - Kemelut utang Pemprov Sulsel berlarut-larut. Kas daerah tidak mampu untuk melunasi utang.
Sisa kas anggaran yang ada hanya sekitar Rp 600 miliar. Dana tersebut belum bisa digunakan Pemprov Sulsel untuk menyelesaikan utang yang ada.
Pasalnya masih banyak kebutuhan pendanaan lain yang mesti yang disiapkan. Sisa kas sudah ada peruntukannya.
Pelaksana tugas Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman sudah bertemu Kepala BPKP dan semua kepala dinas untuk membahas utang tersebut. Namun, hasilnya masih nihil.
Baca Juga:Presiden Jokowi Sebut Andi Sudirman Banyak Permintaan
Sudirman bilang, masih ada yang dalam tahap verifikasi. Tak dijelaskan pasti, utang mana yang sudah dibayar dan yang belum.
Yang jelas, sejumlah kontraktor mengaku belum dibayar hasil keringatnya hingga kini. Padahal proyek sudah rampung sejak akhir 2020.
Masalah lain adalah tenaga non ASN yang belum diupah. Gaji mereka menunggak sejak Januari.
Sudirman berdalih sebagian besar utang belum terbayarkan karena Surat Perintah Membayar (SPM) yang lamban masuk.
"Kalau tahap satu realisasi pembayaran utang kan sudah 50 persen, ini tahap dua SPM belum masuk, diverifikasi inspektorat dan BPKP dulu," ungkapnya.
Baca Juga:Uang Penjualan Besi Stadion Mattoanging Diduga Masuk Rekening Pribadi
Jumlahnya? Ia menjawab, banyak. Sudirman enggan merinci.