"Hal ini sangat terkait dengan upaya Golkar untuk senantiasa merefleksikan diri sebagai partai pemerintah. Apalagi saat ini pada konteks pusat, Golkar adalah salah satu partai pendukung pemerintah," jelasnya.
Selain itu, tentu saja kandidat ketua partai Golkar di Makassar juga harus mereka yang memiliki kepemilikan sumber daya yang cukup untuk menopang keberadaannya. Jelas akan ada aspek formal atau persyaratan sesuai dengan AD/ART yang tentu saja tidak boleh diabaikan.
Dengan demikian, kata Sukri, Appi dan Arge akan dihadapkan pada keharusan untuk dapat memenuhi aspek-aspek tersebut. Karena meskipun ada aspek penting lain, yakni restu dari pengurus diatasnya termasuk DPP.
"Jadi baik itu Appi maupun Arge, mereka tetap harus dapat memenuhi berbagai persyaratan yang telah menjadi kebiasaan umum dari partai Golkar," tukasnya.
Baca Juga:Barisan Jenderal Gagal Kudeta Golkar dari Tangan Soeharto
Diketahui, Munafri atau Appi dan Juniar mengembalikan formulir pendaftaran calon ketua Golkar Makassar pada Selasa (23/2/2021). Hingga hari terakhir, pendaftar lain seperti Irianto Ahmad dan Nurhaldin Halid urung mengembalikan formulir.
Sekretaris SC Musda Golkar Makassar, Usman Sofian mengaku persyaratan administrasi kedua calon sudah lengkap. Setelahnya adalah mereka harus mengantongi setidaknya tujuh dukungan suara dari total 21 suara.
"Itu syarat mutlak maju di Musda. Setidaknya mengantongi 30 persen suara dari 21 suara yang ada," tegasnya.
Kontributor : Lorensia Clara Tambing
Baca Juga:Airlangga Hartarto Berharap Golkar Institute Cetak Politisi Tangguh