Dulu Jadi Limbah, Sekarang Sabut Kelapa Diekspor ke Korea Loh !

Serat halus sabut kelapa atau cocopeat menjadi komoditas pertanian unggulan ekspor baru asal Sulawesi Utara

Muhammad Yunus
Senin, 08 Februari 2021 | 05:50 WIB
Dulu Jadi Limbah, Sekarang Sabut Kelapa Diekspor ke Korea Loh !
Sabut kelapa dieskpor ke Korea Selatan / [Foto Istimewa]

Untuk mendukung keberlanjutan dan standar mutu produk turunan kelapa ini, Donni selaku koordinator mengungkapkan upaya peningkatan ekspor produk pertanian di wilayah Sulawesi Utara yaitu dengan berencana untuk melakukan sinergi dengan berbagai instansi, antara lain Bank Indonesia perwakilan Sulut, Pemerintah Daerah dan pelaku usaha Industri Kecil Menengah (IKM).

“Skema berupa penyediaan fasilitas olahan sabut sederhana dan kami dari Karantina Pertanian memberikan pendampingan teknis agar dapat diekspor,” jelas Donni.

Secara terpisah, Kepala Barantan, Ali Jamil menyebutkan, meningkatkan sinergitas merupakan langkah operasional jajarannya dalam mengawal pencapaian target upaya peningkatan ekspor pertanian.

Sebelumnya juga telah dilakukan gerakan tiga kali lipat ekspor pertanian (Gratieks) yang merupakan program strategis yang digagas oleh Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo.

Baca Juga:Nilai Ekspor Sumut Naik 5,52 Persen, Ini Penyebabnya

Dari rilis data Badan Pusat Statistik (BPS), tercatat peningkatan kinerja ekspor pertanian tahun 2020 sebesar 16,61 persen dibanding tahun lalu (YoY) atau dengan total capaian sebesar Rp460 triliun.

Kedepan, sesuai skema empat tahun Gratieks maka peningkatan di tahun 2021 ditetapkan sebanyak 20 persen atau target sebesar Rp552 triliun.

“Bukan hal mudah, namun dengan sinergitas seperti yang dilakukan di Sulut ini, saya optimis,” kata Jamil.

Menurut Jamil, ekspor produk dalam bentuk olahan menjadi pilihan terbaik saat ini karena selain bernilai tambah, tahan lama dan mudah mengemasnya.

“Sulut sudah menerapkan hal ini pada komoditas kelapa, dan harapannya kedepan juga dilakukan pada komoditas pertanian segar unggulan ekspor lainnya,” pungkas Jamil.

Baca Juga:Nilai Ekspor Lampung di Desember 2020 Mencapai USD 395,51 Juta

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini