SuaraSulsel.id - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menguak misteri suara dentuman yang terjadi di sejumlah daerah di Indonesia.
Sebelumnya, fenomena dentuman ini muncul di Bali, Banyuwangi, Surabaya, Malang, Majene dan Sukabumi, sepanjang awal Tahun 2021.
Banyak yang menerka-nerka penyebab dentuman, mulai dari akibat letusan gunung, meteorit dan gempa bumi. Bahkan ada juga yang mengait-ngaitkan dengan hal yang berbau supranatural.
Menurut Koordinator Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryono, dentuman disebabkan oleh pantulan suara petir pada lapisan inversi di atmosfer. Hal ini kemungkinan terjadi di Malang dan sejumlah daerah lainnya.
Baca Juga:Terkuak! Ini Sumber Suara Dentuman yang Gegerkan Malang Versi BMKG
"Kecuali yang terbukti memang ada meteor," katanya, seperti dikutip dari Antara, Minggu (07/02/2021).
Dijelaskan Daryono, dalam ilmu meteorologi dikenal istilah "inversi suhu", yaitu tertindihnya lapisan udara dingin oleh lapisan udara yang lebih hangat di atmosfer.
Lapisan udara ini terbentuk jika ada udara hangat naik ke atas lapisan udara yang lebih dingin, kemudian menyebar dan meluas di atmosfer.
Adapun sumber panas tersebut dapat berasal dari aktivitas industri, kebakaran, lalu lintas, pelepasan panas penyinaran matahari yang diterima, radiasi permukaan bumi dan lain-lain.
Fenomena ini, kata dia, sebenarnya tidak lazim karena dalam kondisi normal suhu udara semakin tinggi mestinya makin dingin, sehingga fenomena terbentuknya lapisan inversi hanya dapat terjadi pada waktu tertentu selama syarat terbentuknya terpenuhi.
Baca Juga:Inversi Suhu dan Cekungan Malang Memicu Suara Dentuman
Lapisan inversi juga dapat terbentuk bila ada anomali tekanan di atmosfer atau ada udara panas yang bergerak dari tempat lain.