”Saya juga heran kenapa mesti diatur – atur begini, mau masuk lah karena mau datang Presiden Jokowi. Dan arahannya nanti pulang Pak Jokowi, baru bisa kembali bangun tenda di luar,” ujar ibu tiga anak ini.
Senada dengan Idris, seorang nelayan yang mengungsi bersama 7 anggota keluarganya. Mengaku, tendanya harus dirobohkan. Karena mengikuti perintah TNI.
Salah Satu alasan dirobohkan karena Presiden Jokowi mau datang melihat situasi dan kondisi pengungsi.
Dirinya pun juga ikut kelelahan. Karena dua kali memasang tenda. Tenda ukuran kecil yang mereka gunakan harus dibongkar sebelum Presiden Jokowi masuk di area pengungsian.
Baca Juga:Diangkut Hercules, 102 Pengungsi Majene Tiba di Solo
”Saya tidak tahu, kenapa mesti begitu. Kita korban gempa, semestinya tidak dikasi capek. Bayangkan tenda saya harus bongkar pasang pak, datang Pak Jokowi tenda saya dibongkar dan pulangnya Pak Jokowi harus saya pasang kembali,” keluhnya.
Salah satu alasan pengungsi tidak ingin masuk dalam tenda baru stadion, karena dirasakan tidak nyaman. Karena panas.
”Panas di tenda itu pak, kalau siang panas. Makanya saya tidak mau bertahan di sana. Saya juga takut tower lampu stadion roboh,” ujar Idris.
Mayor inf Jalaluddin Komandan Kompleks (Damplek) mengaku sebelum kedatangan Presiden Jokowi, semua pengungsi dari luar stadion diarahkan masuk ke dalam tenda. Untuk memberikan kenyamanan bagi setiap pengungsi.
:Karena tenda baru ini lebih besar dan bisa menampung pengungsi lebih banyak," kata Jalaluddin.
Baca Juga:Ini yang Bikin Jokowi Yakin Vaksinasi Covid-19 di Indonesia Bisa Dipercepat
Di dalam stadion juga diklaim aman. Tersedia dapur umum dan banyak bantuan masuk di stadion.