Soal Pemanasan Global dan Gunung Api, Menteri Risma Tak Sepenuhnya Salah

Letusan gunung api bisa memicu perubahan iklim. Tetapi apakah iklim, termasuk pemanasan global, bisa meningkatkan peluang letusan gunung berapi?

Liberty Jemadu
Kamis, 21 Januari 2021 | 06:05 WIB
Soal Pemanasan Global dan Gunung Api, Menteri Risma Tak Sepenuhnya Salah
Menteri Sosial, Tri Rismaharini.[Istimewa]

Alhasil pertanian di India, China, Eropa, hingga Amerika Utara mengalami gagal panen parah. Ternak-ternak mati karena suhu dingin ekstrem. Kelaparan terjadi di mana-mana. Bahkan ada ilmuwan yang mengatakan bahwa Kaisar Prancis, Napoleon kalah perang di Waterloo gara-gara Tambora.

Ya, pemanasan global picu letusan gunung berapi

Nah, bagaimana dengan iklim, apakah bisa memicu letusan gunung?

Beberapa penelitian menyebutkan bahwa pemanasan global dan mencairnya lapisan es bisa memicu letusan gunung berapi. Berdasarkan penelusuran ada dua penelitian, yakni pada 2013 dan 2017, yang telah menunjukkan bagaimanan pemanasan global bisa memicu letusan gunung berapi.

Baca Juga:Menteri Sosial Disambut Hangat di Manado, Warga : Terima Kasih Bu Risma

Penelitian di 2013, yang terbit di jurnal Geology, menemukan bahwa pemanasan global yang menyebabkan es mencair dan naiknya permukaan laut telah meningkatkan frekuensi letusan gunung api.

Marion Jegen, pakar geofisika dari pusat riset maritim Jerman, Geomar yang memimpin studi itu, mengatakan bahwa studi tersebut berbasis pada data hasil pengeboran laut di Amerika Selatan dan Tengah.

Hasil studi itu menunjukkan bahwa ribuan tahun silam, setiap kali Bumi mengalami pemanasan global akibat perubahan orbit, maka akan terjadi rentetan letusan gunung api.

Jegen dalam studi itu mengatakan bahwa pemanasan global menyebabkan lapisan es mencair di daratan, sehingga melepaskan tekanan pada gunung-gunung.

Tetapi akibat mencairnya es, volume air laut juga meningkat dan menambah tekanan pada kerak samudera. Naiknya tekanan pada kerak samudera inilah yang menyebabkan gunung-gunung berapi meletus dan memuntahkan laharnya.

Baca Juga:Risma ke Halmahera Utara Bawa Pesan Jokowi

Meski demikian Jegen mengatakan studinya itu meneliti pemanasan global yang terjadi akibat faktor alam, bukan karena aktivitas manusia. Jarak antara mulainya pemanasan globan ke letusan gunung dalam studi itu juga berlangsung sangat lama, hingga 2.500 tahun.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini