Hayat mengajak KONI dan insan olahraga di Sulsel untuk bergandengan tangan dan berusaha menjabarkan komitmen kemajuan ini dengan semangat bersama. Mewujudkan perubahan positif dalam menjaga harkat, martabat, serta kehormatan seluruh masyarakat Sulsel dalam mengahadapi kegiatan olahraga nasional di Papua.
![Sejumlah atlet cabang olahraga anggar mengikuti latihan rutin di gedung Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), Banda Aceh, Aceh, Senin (12/10/2020). [ANTARA FOTO/Irwansyah Putra]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2020/10/12/85169-latihan-anggar-persiapan-pon-papua.jpg)
Rutin Rapid Test
Meski rajin berolahraga dan menjaga imunitas tubuh dengan konsumsi makanan sehat, semua atlet PON Sulsel selalu melakukan rapid test. Untuk mencegah terjadinya klaster atlet atau klaster olahragawan.
Ellong Tjandra mengungkapkan rapid test ini adalah screening untuk mencari atlet serta unsur-unsurnya yang kemungkinan berpotensi terpapar virus Covid-19.
Baca Juga:KONI Sulsel Tetap Disiplin Protokol Kesehatan Dalam Membina Atlet
"Ini juga untuk menghindari lahirnya klaster Covid-19 dari olahragawan. Mereka harus tetap prima, sampai PON XX di Papua," ungkap Ellong.
Menurut Ellong, arena PON Papua akan berbeda dengan PON di daerah lain. Atlet Sulsel tidak hanya berhadapan dengan sesama atlet dari daerah lain.
Namun juga akan melawan penyakit malaria, virus Covid-19, dan kelompok bersenjata yang bisa mengancam nyawa atlet.
"Ini PON prestasi, tapi ngeri-ngeri sedap. Jika melihat kondisi terkini Papua yang agak mengkhawatirkan. Tapi saya optimis dengan jaminan keamanan dari Pemerintah Propinsi Papua dan aparat TNI-Polri yang akan mengawal jalannya PON tanpa gangguan," katanya.
Baca Juga:KONI Sulsel Tekankan Pentingnya Pembinaan Prestasi Olahraga