Sultan Hasanuddin yang merasa dirugikan kemudian menyerang dua kapal Belanda. Sehingga Belanda mengirimkan Cornelis Speelman. Sultan yang terdesak, menandatangani perjanjian Bongaya pada 18 November 1667.
Di tahun 1668, Sultan Hasanuddin kembali menyerang Belanda, tetapi kekuatan Benteng Somba Opu berhasil jatuh ke tangan Belanda. Sultan hingga akhir hayat tidak mau bekerjasama dengan Belanda.

2. Syekh Yusuf Tajul Khalwati
Syekh Yusuf Tajul Khalwati diangkat sebagai pahlawan nasional dari Sulawesi Selatan pada 7 Agustus 1995. Lahir di Gowa 3 Juli 1626 dan wafat di Cape Town, Afrika Selatan pada 23 Mei 1699.
Baca Juga:Bikin Ucapan Hari Pahlawan? Jangan Lupa Download Logo Hari Pahlawan 2020
Ia adalah anak angkat Sultan Alauddin karena ayahnya adalah sahabat karib Raja Gowa.
Ia berasal dari keluarga bangsawan di Makassar. Masih berkerabat dengan raja-raja dari Banten, Gowa dan Bone. Beliau pernah dijuluki sebagai salah satu putra Afrika Terbaik oleh Nelson Mandela. Karena dianggap sebagai salah satu sesepuh dalam penyebaran Islam di Cape Town. Setiap tahun, tanggal kematiannya diperingati secara meriah.
![Andi Abdullah Bau Massepe / [Foto: Istimewa]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2020/11/09/82156-andi-abdullah-bau-massepe.jpg)
3. Andi Abdullah Bau Massepe
Letnan Jenderal TNI Andi Abdullah Bau Massepe adalah pejuang dari daerah Sulawesi Selatan. Ia merupakan Panglima pertama TRI Divisi Hasanuddin dengan pangkat Letnan Jendral.
Pada tanggal 21 Agustus 1945 diadakan rapat raksasa dan upacara pengibaran Bendera Merah Putih di lapangan La Sinrang dengan maksud memasyarakatkan Sang Merah Putih.
Baca Juga:Download Logo Hari Pahlawan 2020 di Sini, Cocok untuk Gambar Ucapan Selamat
Pada saat itu, Andi Abdullah Bau Massepe berpidato menyerukan agar semua rakyat mempertahankan kemerdekaan sampai tetes darah penghabisan.