alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Seram, Anggota DPD ke Siswa-Siswi SMA: Seks Bebas Boleh Asal Pakai Kondom

Muhammad Yunus Sabtu, 31 Oktober 2020 | 09:36 WIB

Seram, Anggota DPD ke Siswa-Siswi SMA: Seks Bebas Boleh Asal Pakai Kondom
Senator Bali, Arya Wedakarna salam tiga jari. (Instagram/@aryawedakarna)

Pinisepuh Perguruan Sandhi Murti, I Gusti Ngurah Harta bersama warga Nusa Penida telah melaporkan kasus ini ke Polda Bali

SuaraSulsel.id - Anggota DPD RI dari Provinsi Bali, I Gusti Ngurah Arya Wedakarna (AWK) membuat heboh tanah air. Karena dilaporkan oleh Perguruan Sandhi Murti ke Polda Bali.

AWK dilaporkan dua kasus. Pertama soal dugaan penodaan agama dan kedua terkait pernyataan AWK bahwa seks bebas diperbolehkan asalkan pakai kondom.

Pinisepuh Perguruan Sandhi Murti, I Gusti Ngurah Harta bersama warga Nusa Penida telah melaporkan dua kasus ini ke Polda Bali.

Harta mengatakan, Anggota DPD RI AWK telah melontarkan ucapan bernada melecehkan terkait simbol agama Hindu.

"Beberapa minggu lalu yang bersangkutan (Arya Wedakarna) telah mengeluarkan pernyataan yang diduga melecehkan simbol-simbol yang dipuja masyarakat Bali yang intinya diduga merendahkan Ida Bhatara Dalem Ped Nusa Penida," ujarnya Harta di Polda Bali, Jumat (30/10/2020).

Selain itu, pernyataan AWK terkait seks bebas asal pakai kondom juga dipersoalkan masyarakat.

"Sekitar bulan Januari tahun 2020 lalu, yang bersangkutan (Arya Wedakarna) telah membuat pernyataan di depan siswa-siswi di SMAN 2 Tabanan, bahwa seks bebas diperbolehkan asalkan pakai kondom," kata dia.

Dia melanjutkan, "AWK ini juga bilang yang lahir dari ibu hamil sebelum nikah akan jadi anggota ormas, jadi anak bebinjat, anak yang lahir dari neraka dan jadi orang korupsi"

Kuasa hukum Harta, I Nengah Yasa Adi Susanto, mengatakan, untuk barang bukti yang akan diserahkan ke kantor polisi, berupa rekaman video pelecehan simbol agama dan rekaman saat Arya Wedakarna berpidato di SMA Negeri 2 Tabanan.

"Saya kira ini pokok kesalahannya adalah diunggahnya melalui medsos menyangkut hal-hal yang sangat menganggu perasaan masyarakat khususnya masyarakat Nusa Penida tentang ungkapan-ungkapan yang tidak sepantasnya disampaikan lewat media," ucap Susanto, dikutip dari suarabali.id

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait