Persentase Kematian Akibat Covid-19 di Makassar Lebih Tinggi dari Jakarta

Pasien baru masuk rumah sakit saat kondisi sudah parah

Muhammad Yunus
Kamis, 08 Oktober 2020 | 13:23 WIB
Persentase Kematian Akibat Covid-19 di Makassar Lebih Tinggi dari Jakarta
Petugas kesehatan menggunakan alat pelindung diri di hotel karantina COVID-19, Curug, Kabupaten Tangerang, Banten, Kamis (24/9/2020). [ANTARA FOTO/Fauzan]

Dari sisi segi jumlah kasus positif mingguan, enam dari sepuluh provinsi mengalami penurunan yang cukup signifikan. Yaitu Sulawesi Selatan, Sumatera Utara, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur dan Kalimantan Selatan.

"Penurunan paling signifikan di Sulawesi Selatan sebesar 30,1 persen dan Jawa Barat sebesar 28,5 persen," jelasnya.

Ia juga mengapresiasi provinsi yang terus meningkatkan angka kesembuhannya. Sulsel kembali mencatatkan hal yang baik dengan menjadi provinsi dengan jumlah pasien terbanyak sembuh naik 894 pasien sembuh, Riau naik 471 pasien, Sumatera Utara naik 294 pasien, Sumatera Selatan naik 207 pasien dan Bali 180.

Sementara itu persentase kesembuhan tingkat nasional adalah Kalimantan Utara dengan 87,56 persen.

Baca Juga:Mengenal Regeneron, Terapi yang Digunakan Donald Trump saat Positif Corona

Dari jumlah kasus meninggal mingguan, empat dari sepuluh provinsi mengalami penurunan cukup signifikan yakni DKI Jakarta, Jawa Tengah, Sulawesi Selatan dan Bali. Penurunan paling signifikan terjadi di DKI Jakarta 62,4 persen.

Wiku juga menekankan perhatian khusus perlu diberikan pada kabupaten/kota penyumbang kasus positif atau kematian tertinggi seperti kota Medan, Jakarta Pusat, Bekasi, Depok, Semarang, Surabaya, Banjarmasin, Makassar, Denpasar, Jaya Pura dan Banda Aceh.

"Mohon kepada para gubernur dan wali kota untuk dapat berkoordinasi untuk menekan angka penularan dan kematian di kabupaten/kota tersebut dan dapat selalu berkoordinasi dengan kami di Satgas Pusat agar terjadi koordinasi yang baik," tegasnya.

Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah mengatakan, meski sudah keluar zona merah, protokol kesehatan tetap dilaksanakan, dan menjaga imun tubuh. Pemerintah juga saat ini sedang mengusahakan vaksin Covid-19.

Ia juga menyampaikan, atas perubahan status ini masyarakat diminta tidak lengah. Tidak boleh terlalu euforia. Karena yang namanya virus, lengah sedikit bisa masuk.

Baca Juga:Pemain Asing Baru Arema FC Bruno Smith Positif Terkena COVID-19

"Kuncinya adalah kita syukuri, ini artinya tingkat disiplin masyarakat Sulsel sudah tinggi, tingkat kesadaran sudah tinggi, tetapi jangan kendor. Kita harus tetap konsisten menjaga diri sambil menunggu vaksin," pungkas Nurdin.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini