Anggapan Buruknya Terhadap Juru Parkir Berubah, Setelah Peristiwa Ini

Juru parkir di Kota Makassar mengembalikan uang puluhan juta rupiah tanpa berharap imbalan sedikt pun

Muhammad Yunus
Senin, 21 September 2020 | 15:28 WIB
Anggapan Buruknya Terhadap Juru Parkir Berubah, Setelah Peristiwa Ini
Irwan saat menerima penghargaan dari PD Parkir Makassar Metro. (Dok: PD Parkir Makassar)

"Responnya itu antara sedih dan gembira. Langsung dia peluk saya, sampai-sampai dia nangis. Dia bilang sama saya, seandainya tidak saya dapat ini uang Pak, saya yang ganti dan mungkin saya sudah tidak kerja di tempatku," kata Irwan sambil mengingat kembali ucapan Rendi.

Said kemudian berusaha ingin memberikan imbalan, namun Irwan menolak. Meski gajinya sebagai juru parkir tak seberapa, namun prinsip yang dipegang Irwan dalam menolong sesama harus penuh keikhlasan.

"Itu hari dia mau kasih saya, tapi saya bilang ikhlas, tidak ada niat saya mau dapat imbalan. Makanya terharu sekali itu bosnya sama anak-anak tukang parkir di sini. Dia bilang terima kasih banyak pak, masih ada orang seperti kita," jelasnya.

Kejujuran Irwan, telah membuatnya sadar Said. Bahwa anggapan negatifnya selama ini terhadap juru parkir tidak benar.

Baca Juga:Waspada! Angka Penularan Covid-19 di Kota Makassar Masih Sangat Tinggi

"Saya terharu, setelah yang tadinya anggapan saya negatif tukang parkir bisa ini. Berarti saya berdosa selama ini," kata dia.

Muhammad Said merupakan warga asli Pinrang. Ia datang ke Kota Makassar untuk membeli barang, kemudian dijual lagi di daerah.

Dengan kejadian itu, Said kemudian berkomunikasi dengan PD Parkir. Ia ingin sikap jujur dan ikhlas Irwan dapat dijadikan motivasi oleh masyarakat banyak.

Juru parkir bernama Irwan Torre (37) diangkat menjadi pegawai PD Parkir Kota Makassar karena telah jujur mengembalikan uang Rp 24 juta yang ditemukan tercecer di tempatnya bekerja.

Warga di Jalan Perintis Kemerdekaan, Kota Makassar, Sulawesi Selatan ini berbagi cerita mengenai kisahnya tersebut.

Baca Juga:Nggak Ada Akhlak, Parkir Mobil yang Tak Manusiawi, Warga Geram Melihatnya

Irwan mengaku, bekerja sebagai tukang parkir karena tidak memiliki ijazah untuk melamar pekerjaan. Terakhir, Irwan hanya duduk di bangku kelas IV Sekolah Dasar (SD).

Keinginannya untuk mengapai sebuah cita-cita kandas di tengah jalan, karena orang tuanya tidak mampu membiayai agar tetap bersekolah.

Ayah Irwan hanya bekerja sebagai cleaning service. Sementara ibunya bekerja sebagai tukang cuci di rumah-rumah warga.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Masalah Hidupmu Diangkat Jadi Film Indonesia, Judul Apa Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini