- Wali Kota Palu meminta kepolisian mengusut tuntas kerusuhan berdarah antara warga Tatura dan Nunu pada 28 Oktober 2026.
- Pemerintah Kota Palu mengimbau warga agar tidak mudah terprovokasi dan bersama-sama menjaga keamanan serta ketertiban lingkungan.
- Pemerintah daerah menyiapkan pendampingan hukum serta pendekatan keadilan restoratif bagi warga yang menjadi saksi pemeriksaan kepolisian.
SuaraSulsel.id - Wali Kota Palu Hadianto Rasyid meminta kepolisian mengusut tuntas kerusuhan antara warga Kelurahan Tatura dan Nunu yang menimbulkan korban jiwa.
Penegakan hukum dinilai penting untuk mencegah konflik serupa kembali terjadi.
"Jangan mau diprovokasi atau diajak berkelahi. Hentikan semuanya," kata Hadianto saat bertemu warga di Kantor Kelurahan Nunu, Kota Palu, Sabtu (7/11/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Hadianto meminta aparat penegak hukum mengidentifikasi pihak yang diduga menjadi dalang maupun seluruh orang yang terlibat dalam kerusuhan.
Dia juga meminta penanganan perkara segera dituntaskan melalui koordinasi dengan pemerintah setempat.
"Jangan sampai perhatian kita dialihkan oleh hal-hal seperti ini," ujarnya.
Hadianto mengingatkan warga agar tidak mudah terprovokasi atau membiarkan pihak lain memanfaatkan situasi untuk memperkeruh keadaan.
Kedua kelompok masyarakat juga diminta tidak saling mencurigai maupun berprasangka akan adanya serangan dari pihak lain.
Menurut dia, pemulihan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) harus menjadi perhatian bersama.
Baca Juga: 10 Pelaku UMKM Difabel di Palu Terima Bantuan Modal Usaha
Pemerintah Kota Palu bersama kepolisian berkomitmen memastikan masyarakat dapat kembali beraktivitas dengan aman dan nyaman.
Dia juga meminta para ketua rukun tetangga (RT), rukun warga (RW), serta Satuan Tugas (Satgas) Pancasila yang dibentuk pemerintah memperkuat komunikasi antarkawasan.
Hadianto mengakui pemerintah daerah masih memiliki kekurangan dalam mengantisipasi awal terjadinya kerusuhan tersebut.
Karena itu, koordinasi dan komunikasi antarpemangku kepentingan perlu diperkuat agar potensi konflik dapat dideteksi lebih dini.
Sebagai tindak lanjut, Pemerintah Kota Palu menyiapkan pendampingan hukum dan pendekatan keadilan restoratif bagi warga yang menjadi saksi dalam pemeriksaan kepolisian.
"Saya meminta warga dapat kooperatif menyampaikan informasi. Tidak perlu takut. Pemerintah berkomitmen memberikan pendampingan," katanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Shio yang Tinggalkan Masa Sulit Mulai 5 November 2026, Siap Sambut Kebahagiaan
- 9 Sunscreen untuk Wanita Usia 50 Tahun ke Atas agar Kulit Awet Muda
- Viral Pendaki Ditandu Naik Gunung Merbabu, Biaya Capai Rp30 Juta
- Apa Bedanya Adidas Originals vs Adidas Performance? Kenali dari Logo dan Kegunaannya
- 4 Sepatu Jalan dengan Teknologi Penyangga Kaki Terbaik untuk Berjalan jauh
Pilihan
-
Seskab Teddy Dikabarkan Diperiksa PUSPOM? Panglima TNI: Itu Hoaks
-
Jokowi Tak Banyak Komentar Soal Penyadapan Prabowo: Kita Hormati Proses Hukum
-
Dicecar soal Listyo Sigit Prabowo, Jokowi: Semua Orang juga Sudah Tahu
-
Jokowi Ngaku Lupa Nama 3 Temannya yang Wisuda Bareng di UGM
-
Hakim Potong Omongan Jokowi yang Melebar: Jawab Saja Pertanyaannya!
Terkini
-
Kerusuhan Tatura-Nunu Tewaskan Warga, Wali Kota Palu Minta Polisi Usut Dalang
-
Pangdam Hasanuddin Gandeng Ormas dan Ojol Berantas Mafia TNI
-
Jenderal yang Menanggalkan Gelar Andi, Kini Bergelar Pahlawan Nasional
-
5.000 Atlet Siap Bertanding di Bone dan Wajo
-
Perempuan Sulawesi Bersuara Desak Moratorium Izin Tambang dan Perlindungan Hutan Hujan