Muhammad Yunus
Jum'at, 02 Oktober 2026 | 12:08 WIB
Sejumlah siswi berhijab di Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan menyanyikan lagu rohani Kristen viral di media sosial [SuaraSulsel.id/Istimewa]
Baca 10 detik
  • Siswi berhijab SMPN 1 Tanete di Luwu viral karena menyanyikan lagu rohani saat pemakaman teman.
  • Kepala sekolah Mardi menegaskan aksi spontanitas tersebut murni solidaritas tanpa ada unsur paksaan guru.
  • Dinas Pendidikan Kabupaten Luwu melarang siswa mengikuti peribadatan agama lain demi menjaga batasan toleransi.

SuaraSulsel.id - Video sejumlah siswi berhijab menyanyikan lagu rohani Kristen viral di media sosial.

Dalam video tersebut, para pelajar tampak bernyanyi bersama seperti paduan suara dengan iringan musik.

Beberapa kali terdengar lirik yang menyebut nama Yesus.

Video itu kemudian menuai beragam reaksi warganet dan mendapat sorotan karena para pelajar yang terlihat di dalamnya mengenakan hijab.

Belakangan diketahui, para pelajar tersebut merupakan siswi SMPN 1 Tanete, Kecamatan Walenrang Timur, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan.

Pihak sekolah pun memberikan klarifikasi terkait video yang beredar.

Kepala SMPN 1 Tanete, Mardi membantah adanya pemaksaan terhadap siswi untuk mengikuti kegiatan tersebut.

Mardi menjelaskan video itu direkam saat para siswi menghadiri pemakaman orang tua salah seorang teman mereka.

Nyanyian tersebut disebut dilakukan secara spontan sebagai bentuk solidaritas untuk menghibur keluarga dan teman yang sedang berduka.

Baca Juga: Dituduh Masuk Angin, Ini Janji Tegas Kajari Lutim Terkait Korupsi Seragam dan Ambulans

"Saya luruskan, kegiatan itu spontanitas. Kegiatan ini terjadi di pemakaman orang tua siswa kami, teman mereka. Jadi kegiatan seperti ini jujur saya katakan bahwa spontan yang mereka lakukan sebagai bentuk solidaritas sesama mereka dan menghibur yang tengah berduka," kata Mardi, Jumat, 2 Oktober 2026.

Ia menegaskan tidak ada pihak sekolah maupun guru yang memaksa siswi mengikuti kegiatan tersebut.

"Tidak ada paksaan sama sekali siapa pun, baik dari sekolah atau guru. Tidak ada," tegasnya.

Mardi mengaku saat kejadian berlangsung dirinya tidak berada di lokasi.

Namun, sebelum kegiatan tersebut, ia telah berpesan agar siswa muslim sebaiknya tidak ikut.

"Saya sebelumnya sudah titip pesan bahwa jangan ikut yang bukan beragama Kristen. Karena saat video itu, saya sedang tidak di lokasi,” ujarnya.

Load More