- Kepala SPPG Watubangga Kendari, Sabdi Rasyid, meminta maaf setelah 57 pelajar mengalami gangguan kesehatan akibat program MBG pada 18 September.
- Evaluasi internal menunjukkan adanya kelalaian prosedur penanganan bahan baku ikan tuna saat penerimaan sebelum proses memasak dimulai.
- Pihak SPPG bersama Badan Gizi Nasional bertanggung jawab penuh menanggung seluruh biaya perawatan medis bagi para pelajar terdampak.
SuaraSulsel.id - Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Watubangga Baruga, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, Sabdi Rasyid mengakui adanya kelalaian dalam penanganan bahan baku makanan setelah 57 pelajar mengalami keluhan kesehatan usai menyantap makan bergizi gratis (MBG).
Sabdi di Kendari, menyampaikan permintaan maaf kepada para pelajar, orang tua, dan pihak pondok pesantren atas kejadian tersebut.
"Saya selaku Kepala SPPG Watubangga menyampaikan permintaan maaf yang sebesar-besarnya khususnya kepada siswa MTs Al-Aksar, orang tua siswa, pimpinan pondok, serta pihak yang merasa khawatir dengan persoalan ini," katanya, Selasa (22/9).
Menurut dia, kejadian yang dialami 57 pelajar tersebut bukan persoalan ringan karena menyangkut kesehatan dan keselamatan penerima manfaat program MBG.
Sabdi menjelaskan SPPG Watubangga pada Jumat (18/9) menyiapkan menu berupa nasi putih, tuna balado, tumis kol dan wortel, orek tahu, serta buah kelengkeng.
Bahan pangan telah diterima sehari sebelumnya, Kamis (17/9), sekitar pukul 15.53 WITA, termasuk ikan tuna sebanyak 256 kilogram.
"Semua bahan pangan yang kami terima diperiksa dan dalam kondisi aman, ikan tuna disimpan dalam gabus berisi es batu," ujarnya.
Menurut Sabdi, bahan pangan kemudian ditimbang dan mulai dipotong sekitar pukul 16.30 WITA sesuai arahan pengawas gizi.
Proses pemotongan ikan selesai sekitar pukul 21.30 WITA. Ikan kemudian dimarinasi, dibungkus dengan plastik, dan dimasukkan ke dalam lemari pembeku (freezer).
Baca Juga: Pemkot Kendari Resmi Larang Pengecer Jual BBM Subsidi
Pengolahan makanan dibagi menjadi empat kelompok produksi (batch). Proses memasak kelompok pertama dimulai pukul 02.57 WITA dan selesai pukul 04.19 WITA.
Adapun makanan untuk pelajar MTs dan Madrasah Aliyah Pondok Pesantren Al-Aksar masuk dalam kelompok produksi ketiga dan keempat yang dimasak pada siang hari.
SPPG Watubangga pada hari tersebut menyiapkan sebanyak 1.040 porsi MBG untuk penerima manfaat.
Sabdi mengatakan penanganan bahan pangan semestinya mengikuti prosedur Badan Gizi Nasional (BGN), termasuk menjaga rantai dingin bahan pangan serta menerapkan prinsip bahan yang pertama masuk digunakan terlebih dahulu (first in, first out/FIFO).
Namun, berdasarkan evaluasi internal SPPG, ia mengakui terdapat kelalaian dalam penanganan bahan baku ikan setelah diterima.
"Dari analisa kami dalam proses itu ada kelalaian pada saat penerimaan bahan baku itu, di mana dari gabus kami pindah ke wadah cuma dibaluri es batu saja," ungkapnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Andre Taulany Resmi Nikahi Amanda Rigby, Mantan Istri Erin: Hamil Duluan Kali
- Kiai Sahal Gontor ke Prabowo: Saya Ngomong Agak Tidak Enak, Sorry ye...
- Sah Nikahi Amanda Rigby, Ramalan Lama Hard Gumay Tentang Asmara Andre Taulany Jadi Kenyataan?
- Erin Taulany Klarifikasi Soal Komentar Hamil Duluan: Sumpah Demi Allah Akun Saya Dibajak
- Media Israel Sindir Presiden Prabowo: Setahun Lalu Dukung Kami Sekarang Teriak Free Palestina
Pilihan
-
Kru Kapal Rombongan Wartawan Peliput Gunung Anak Krakatau Ditemukan Meninggal
-
Tes DNA Cocok: Jenazah di Pulau Enggano Dipastikan Sukarman, ABK Kapal Rombongan Jurnalis Hilang
-
116 Orang Masih Dicari, Satu Lagi Korban KM Virgo 8 Ditemukan Nelayan
-
Siswa SD Tewas Tersedak Menu MBG, JPPI Soroti SOP Keamanan Makanan hingga Penanganan Darurat
-
MBG Makan Korban Lagi, Siswa SD Lampung Meninggal Tersedak Menu Kelengkeng
Terkini
-
57 Pelajar Keracunan MBG di Kendari, Kepala SPPG Minta Maaf
-
Warga Makassar-Gowa Bernapas Lega! Proyek Jalan Aroepala Selesai, Segera Dibuka Penuh
-
Misteri Jari Runcing Manusia Purba Sulawesi, Bertahan 67.000 Tahun Tanpa Luntur
-
Ke Pestapora 2026 Jadi Lebih Ringan Berkat Cicilan 0% BRI Kartu Kredit
-
Disokong China, Ini Kabar Terbaru Proyek Megah Bendungan Jenelata Gowa Rp4,15 Triliun