Muhammad Yunus
Kamis, 10 September 2026 | 07:47 WIB
Foto bersama dengan para warga binaan yang berhasil menyelesaikan bacaan 30 Juz Al Quran [SuaraSulsel.id/ANTARA]
Baca 10 detik
  • Sebanyak 61 warga binaan Rutan Kendari menerima piagam penghargaan karena berhasil khatam Al Quran pada Rabu, 9 September.
  • Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas keberhasilan program pembinaan kerohanian untuk memperbaiki karakter narapidana.
  • Pihak rutan berharap pencapaian ini mampu memotivasi warga binaan lain agar menjalani masa hukuman melalui kegiatan positif.

SuaraSulsel.id - Sebanyak 61 orang Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Rutan Kelas IIA Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), meraih piagam penghargaan setelah berhasil menyelesaikan membaca atau khatam 30 juz Al Quran.

Kepala Rutan Kelas IIA Kendari Alviantino saat ditemui di Kendari, mengatakan bahwa penyerahan piagam tersebut merupakan bentuk apresiasi atas komitmen dan ketekunan para warga binaan dalam mengikuti program pembinaan kerohanian di lingkungan rutan.

"Penyerahan piagam khatam Al Quran ini diberikan kepada 61 orang narapidana sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi mereka dalam membina diri dan mendekatkan diri kepada Tuhan selama masa penahanan," kata Alviantino, Rabu (9/9).

Ia menjelaskan bahwa pembinaan kepribadian berbasis keagamaan menjadi salah satu program unggulan Rutan Kendari untuk membentuk karakter narapidana agar menjadi pribadi yang lebih baik, berakhlak mulia, dan siap kembali diterima oleh masyarakat setelah bebas kelak.

Menurut Alviantino, kegiatan tadarus dan pembinaan Al Quran di Rutan Kendari dilaksanakan secara rutin dengan bimbingan petugas pemasyarakatan serta bekerja sama dengan tenaga pengajar keagamaan.

"Diharapkan, pencapaian dari 61 orang narapidana ini dapat menjadi motivasi bagi warga binaan lainnya untuk terus memanfaatkan waktu masa hukuman dengan kegiatan yang positif dan produktif," ujarnya.

Alviantino berharap dengan nilai-nilai yang dipelajari dari Al Quran tidak berhenti saat khatam saja, melainkan dipahami dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik selama di dalam rutan maupun saat kembali ke tengah keluarga dan masyarakat.

"Saya yakin dan percaya bahwa agama dan keluarga merupakan dua langkah yang paling cepat untuk merubah perilaku dan mindset para warga binaan di dalam," harapnya.

Sementara itu, Kepala Subseksi Pelayanan Tahanan (Kasubsi Yantah) Rutan Kendari Agus Rahman menyampaikan bahwa seluruh proses pembinaan kerohanian ini berjalan secara berkelanjutan dan terstruktur.

Baca Juga: Pemkot Kendari Wajibkan ASN Setor Sampah Tiap Hari Jumat

"Kami terus memfasilitasi kebutuhan pembinaan mental dan spiritual warga binaan secara konsisten. Program ini terbukti membawa dampak positif terhadap perubahan perilaku sehari-hari mereka di dalam Rutan," tutur Agus.

Load More