- Tim Polresta Kendari menangkap pelaku pencurian berinisial AD di Kecamatan Wuawua pada 15 Agustus 2026.
- Pelaku merampas tas berisi uang tunai dua puluh tiga juta lima ratus ribu rupiah milik karyawan konter berinisial WI.
- Tersangka mengaku telah beraksi di delapan belas lokasi berbeda dengan total kerugian mencapai seratus tujuh puluh tiga juta rupiah.
SuaraSulsel.id - Tim gabungan Satreskrim dan Satintelkam Polresta Kendari menangkap pelaku pencurian dengan kekerasan berinisial AD (33) yang diduga beraksi di 18 lokasi di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara.
Kasat Reskrim Polresta Kendari Kompol Welliwanto Malau di Kendari, mengatakan pengungkapan kasus tersebut berawal dari laporan perampasan terhadap seorang karyawan konter berinisial WI (23) pada Jumat (7/8) malam.
"Berawal dari laporan itu tim langsung melakukan penyelidikan dan berhasil meringkus pelaku di wilayah Kecamatan Wuawua, Kota Kendari," kata Welliwanto, Sabtu 15 Agustus 2026.
Menurut dia, berdasarkan keterangan AD, pelaku mengintai korban setelah korban berada di tempat usaha mini ATM miliknya.
Korban kemudian berjalan menuju indekos dengan membawa tas berisi uang tunai Rp23,5 juta dan peralatan operasional usaha.
"Saat itu juga, pelaku langsung merampas tas tersebut dan melarikan diri menggunakan sepeda motor," ujarnya.
Welliwanto mengatakan hasil interogasi menunjukkan tersangka mengaku melakukan aksi serupa di 18 lokasi berbeda di Kota Kendari dengan total hasil kejahatan sekitar Rp173,2 juta.
"Tersangka mengaku telah beraksi di 18 lokasi berbeda dan meraup keuntungan total sekitar Rp173,2 juta," katanya.
Dalam menjalankan aksinya, tersangka diduga memantau dan mengawasi target yang berada di lokasi agen bank atau konter pembayaran.
Baca Juga: Begal Serang Dokter Asal Makassar Pakai Setrum Jadi Tersangka
"Begitu korban lengah saat hendak pulang, pelaku membuntutinya lalu merampas barang berharga korban," ujarnya.
Selain menangkap tersangka, polisi mengamankan sejumlah barang bukti hasil kejahatan. Sebagian barang bukti disimpan di tempat usaha tersangka berupa pangkas rambut, sedangkan uang tunai dan telepon seluler dibawa ke rumahnya.
Saat ini penyidik masih melakukan pendalaman dan pengembangan untuk mengungkap kemungkinan adanya lokasi kejadian lain maupun keterlibatan pihak lain dalam jaringan tersebut.
Berita Terkait
Terpopuler
- Demi Ketenangan Almarhum, Orang Tua Affan Kurniawan Mohon Tak Ada Peringatan Setahun Kematian
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- 12 Ikan Hias Pembawa Keberuntungan Menurut Feng Shui, Cocok untuk Akuarium di Rumah
- Jelang FIFA ASEAN Cup 2026, Kevin Diks Tegas Sistem Empat Bek Lebih Cocok
- Mau Terlihat Lebih Muda? Ini 5 Pilihan Warna Lipstik yang Bisa Dicoba
Pilihan
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
-
Info Terbaru Gempa NTT: 15 Warga Manggarai Tewas, 280 Bangunan Jadi Puing
-
5 Bandara Rusak Diguncang Gempa NTT, Landasan Pacu Sampai Retak
-
Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam
Terkini
-
Begal Beraksi di 18 Lokasi di Kota Kendari Ditangkap
-
Ketika Kereta Api Melintas di Pulau Sulawesi, Jauh Sebelum Indonesia Merdeka
-
Nekat Menambang Sembunyi-sembunyi, 5 Warga Tewas Tertimbun Longsor di Pohuwato
-
Korban Kekerasan Dipaksa Bayar Biaya Visum, Zakat Diusulkan Jadi Solusi Dana Darurat
-
Gempa M7,7 Nagekeo NTT Simpan Bahaya Tersembunyi, Ahli ITB Ungkap Potensi Pengulangan Sejarah