- Politeknik Ilmu Pelayaran Makassar akan menyelenggarakan lomba lari PIP Makassar Run 10,5K pada 11 Oktober 2026.
- Kegiatan olahraga dalam rangka Dies Natalis ke-105 ini menargetkan 1.500 peserta guna menggerakkan sektor pariwisata daerah.
- Rangkaian acara juga mencakup jalan santai, konferensi internasional, parade kapal, serta berbagai lomba akademik.
SuaraSulsel.id - Lari kini tidak lagi sekadar aktivitas untuk menjaga kebugaran atau mengejar catatan waktu.
Di sejumlah daerah, kegiatan lari mulai berkembang menjadi bagian dari pengalaman wisata, ketika peserta datang dari luar kota sekaligus menikmati suasana, kuliner, dan berbagai destinasi di daerah tempat perlombaan digelar.
Tren serupa turut terlihat di Makassar. Salah satu agenda yang akan meramaikan kalender olahraga kota ini adalah PIP Makassar Run 10,5K yang akan digelar Politeknik Ilmu Pelayaran (PIP) Makassar pada Minggu, 11 Oktober 2026.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian Dies Natalis ke-105 PIP Makassar. Lomba mengambil titik start dan finis di Kampus II PIP Makassar, Salodong, dengan rute yang mengarah ke kawasan Summarecon sebelum kembali ke titik awal.
Ketua Panitia Pelaksana PIP Makassar Run, Mahbub Arfah, mengatakan jumlah peserta yang mendaftar sejauh ini telah mencapai sekitar 500 orang. Panitia menargetkan jumlah peserta mencapai 1.500 orang.
Menurut Mahbub, pendaftaran telah dibuka sejak sekitar dua pekan lalu dan dilakukan melalui mekanisme daring maupun luring. Sosialisasi juga dilakukan di sejumlah lokasi, termasuk kegiatan Car Free Day di Makassar dan Kabupaten Gowa.
Peserta dari Luar Daerah Jadi Bagian dari Pergerakan Wisata
Potensi wisata dalam kegiatan lari terutama muncul dari mobilitas peserta.
Pelari yang berasal dari luar daerah biasanya tidak hanya datang untuk mengikuti perlombaan, tetapi juga memiliki waktu sebelum atau setelah lomba untuk mengenal daerah yang dikunjungi.
Baca Juga: Ribuan Warga Makassar Salat Minta Hujan
PIP Makassar Run sendiri membuka kategori Open yang dapat diikuti pelari berusia 12 tahun ke atas dari berbagai daerah, termasuk peserta dari luar negeri.
Jika jumlah peserta dari luar daerah terus bertambah, kegiatan semacam ini dapat menciptakan pergerakan ekonomi yang lebih luas.
Pengeluaran peserta tidak berhenti pada biaya mengikuti lomba, tetapi dapat mengalir ke akomodasi, transportasi, tempat makan, serta aktivitas wisata lainnya.
Dalam konteks tersebut, lomba lari menjadi salah satu bentuk kegiatan yang mempertemukan olahraga dengan sektor pariwisata.
Makassar memiliki modal untuk mengembangkan pola tersebut.
Kota ini tidak hanya menjadi pintu masuk ke berbagai destinasi di Sulawesi Selatan, tetapi juga memiliki kekayaan kuliner dan kawasan pesisir yang dapat menjadi bagian dari pengalaman wisata peserta.
Berita Terkait
Terpopuler
- KBRI Kuala Lumpur Digeruduk, Warga Malaysia Desak Prabowo Buka Nama Perusahaan Terlibat Karhutla
- Gunung Anak Krakatau Meletus Abu Membubung 15 Km, BMKG Jepang Pantau Ancaman Tsunami
- Daftar Shio yang Paling Berpotensi Jadi Pengusaha Sukses
- 5 Manfaat Air Mawar untuk Wajah dan Kulit yang Menarik Diketahui
- Harga Sepatu Skechers Original, Cek 5 Pilihan Terbaik untuk Jalan dan Lari
Pilihan
-
Warga Serbu Pasar Asemka Cari Masker, Pedagang: Stok KF95 Kosong Sejak Kemarin!
-
Siswa TK sampai SMA di Jakarta dan Tangerang Raya PJJ Sampai Rabu 9 September
-
Episode Erupsi Gunung Anak Krakatau Berakhir, Kata Badan Geologi
-
Abu Vulkanik Krakatau Meningkat, Operasional Bandara Soetta Berhenti hingga Pukul 6 Sore
-
Kedutaan Besar Negara Asing Keluarkan Peringatan untuk Warganya Pasca Erupsi Anak Krakatau
Terkini
-
5 Menit Kota Makassar Diguyur Hujan
-
Dituduh Masuk Angin, Ini Janji Tegas Kajari Lutim Terkait Korupsi Seragam dan Ambulans
-
Gila! Harga Tiket Pesawat Makassar-Jakarta Tembus Rp6 Juta
-
Begal Mantan Istri, Pria di Jeneponto Tersungkur Kena Timah Panas
-
'Anak Kami Diracuni' 173 Siswa-Guru Keracunan Makan Bergizi Gratis, Orang Tua Ngamuk