Muhammad Yunus
Minggu, 30 Agustus 2026 | 16:28 WIB
Suasana Muktamar ke-35 NU di Jombang [SuaraSulsel.id/Istimewa]
Baca 10 detik
  • Sidang Pleno III Muktamar ke-35 NU di Jombang pada Sabtu, 29 Agustus, memutuskan mekanisme voting untuk pemilihan ketua umum.
  • Pimpinan Sidang Mohammad Nuh menyatakan voting disepakati sebagai alternatif karena peserta belum sepakat melalui musyawarah mufakat di Komisi Organisasi.
  • Pemungutan suara melibatkan perwakilan PCNU, PWNU, dan PCINU untuk menentukan pola pemilihan di tengah usulan sistem AHWA.

SuaraSulsel.id - Pemilihan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dalam Muktamar ke-35 NU mengarah pada mekanisme pemungutan suara atau voting.

Keputusan tersebut diambil dalam Sidang Pleno III Muktamar ke-35 NU setelah peserta muktamar belum menemukan kesepakatan mengenai mekanisme pemilihan melalui pembahasan di Komisi Organisasi.

Pimpinan Sidang Pleno III sekaligus Sekretaris Steering Committee Muktamar ke-35 NU, Prof Mohammad Nuh, mengatakan musyawarah mufakat tetap menjadi pilihan utama.

Namun, apabila kesepakatan tidak tercapai, peserta telah menyepakati voting sebagai mekanisme untuk menentukan pola pemilihan Ketua Umum PBNU.

"Sudah mulai ramai ya. Tetap kami tawarkan kepada panjenengan semua. Tapi sekali lagi, enggak usah khawatir kalau enggak ketemu untuk cari mufakat. Kita sudah sepakat, kita sepakat untuk voting, tak usah khawatir, insyaallah pasti dapat," kata Mohammad Nuh di Jombang, Sabtu (29/8).

Dua Mekanisme Sempat Diperdebatkan

Sebelum diputuskan menggunakan voting untuk menentukan mekanisme pemilihan, Sidang Komisi Organisasi telah membahas dua opsi.

Opsi pertama adalah pemilihan langsung dengan sistem satu orang satu suara atau one man one vote. Mekanisme ini tetap mensyaratkan adanya persetujuan dari Rais Aam terpilih.

Opsi kedua mengusulkan penjaringan calon melalui PCNU dan PWNU. Nama-nama yang diusulkan kemudian ditabulasi untuk selanjutnya diserahkan kepada Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA).

Baca Juga: Rektor Universitas Nahdlatul Ulama: Djarum Beasiswa Plus Pelatuk Generasi Muda Unggul

AHWA nantinya berperan memilih atau menentukan calon yang dinilai layak untuk memimpin NU.

Perbedaan pandangan mengenai mekanisme tersebut membuat pembahasan berlanjut ke Sidang Pleno III.

Lima Tokoh Dorong Pemilihan Lewat AHWA

Di tengah pembahasan mekanisme pemilihan, muncul pula sikap bersama sejumlah kandidat Ketua Umum PBNU yang mendorong penggunaan mekanisme AHWA.

Wakil Ketua Umum PBNU KH Zulfa Mustofa menyatakan dirinya bersama empat tokoh lainnya, yakni KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin, KH Abdul Ghaffar Ro'in atau Gus Rozin, KH Yusuf Chudlori atau Gus Yusuf, dan KH Abdussalam Shohib atau Gus Salam, sepakat agar Ketua Umum PBNU dipilih melalui AHWA.

"Saya Zulfa Mustofa, KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin), KH Abdul Ghaffar Ro'in (Gus Rozin), KH Yusuf Chudlori (Gus Yusuf), KH Abdussalam Shohib (Gus Salam) sepakat pemilihan ketua umum dilakukan Ahlul Halli wal Aqdi," ujar Zulfa.

Load More