- Puluhan peternak dari 24 kabupaten membagikan ayam dan telur gratis di Makassar pada 10 Agustus 2026.
- Aksi protes tersebut dilakukan karena lonjakan harga pakan dan penurunan harga telur menyebabkan kerugian besar.
- Kementerian Pertanian meminta pabrik pakan menahan kenaikan harga guna melindungi keberlangsungan usaha peternak rakyat nasional.
SuaraSulsel.id - Puluhan ekor ayam dan ratusan butir telur dibagikan cuma-cuma kepada pengendara yang melintas di Kota Makassar, Sulawesi Selatan.
Bukan karena peternak sedang panen raya, melainkan karena mereka mengaku sudah berada di titik sulit untuk mempertahankan usahanya.
Ayam dan telur itu dibawa puluhan peternak dari berbagai daerah di Sulawesi Selatan sebagai bagian dari aksi protes terhadap tingginya harga pakan yang dinilai tidak lagi sebanding dengan harga jual telur.
Di tengah lalu lintas kendaraan, para peternak membagikan hasil ternaknya kepada warga.
Aksi itu menjadi simbol keresahan mereka ketika biaya untuk memberi makan ayam terus naik, sementara harga telur justru bergerak turun.
Syaiful, salah satu peternak yang ikut dalam aksi tersebut mengatakan kondisi itu telah mereka rasakan selama sekitar empat bulan terakhir.
"Kami tidak sanggup lagi memberi pakan ke ternak kami. Kami sudah merugi. Harga pakan naik, tapi telur turun. Di mana posisi pemerintah?" kata Syaiful, Senin, 10 Agustus 2026.
Ia menjelaakan peternak kini berada dalam posisi serba sulit. Ayam tetap harus diberi makan agar terus berproduksi, sementara hasil produksi justru dijual dengan harga yang menurut peternak berada di bawah biaya pokok produksi.
"70 persen biaya modal kami ada di pakan. Mana bisa kami bertahan kalau kondisinya seperti ini?" ujarnya.
Baca Juga: Arena Judi Sabung Ayam Dekat Masjid dan Rumah Tahfiz Digerebek, Ternyata Milik Pengacara
Para peternak yang datang ke Makassar berasal dari 24 kabupaten dan kota di Sulawesi Selatan.
Mereka meminta pemerintah mengambil langkah untuk menjaga keseimbangan harga pakan dan telur sehingga usaha peternakan rakyat tidak semakin tertekan.
Syaiful mengatakan peternak berharap persoalan tersebut tidak berhenti di tingkat pemerintah daerah, tetapi diteruskan kepada pemerintah pusat.
"Kami datang jauh-jauh dari 24 kabupaten/kota. Tolong teruskan aspirasi kami ke pemerintah pusat. Kami mau pemerintah menstabilkan harga telur," katanya.
Harga Pakan Naik, Telur Justru Turun
Keluhan serupa disampaikan peternak lainnya, Makmur. Ia mengatakan kenaikan harga pakan berlangsung bertahap dalam beberapa bulan terakhir.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- 7 Lukisan Pembawa Hoki Menurut Feng Shui untuk Dipajang di Ruang Tamu
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- 12 Sepeda Gunung United Detroit Lengkap dengan Harga dan Spesifikasinya
- 5 Rekomendasi Rice Cooker Digital, Nasi Tetap Pulen hingga 48 Jam
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Menjerit Harga Pakan Meroket! Ribuan Peternak di Sulsel Terancam Gulung Tikar
-
Kalla: Nipah Mall Aman dan Kondusif Usai Kebakaran
-
Stres, Cemas, atau Butuh Teman Cerita di Makassar? Ini Lokasi 'Pojok Curhat' Bisa Anda Kunjungi
-
Bukan Cuma Enak, Ini Alasan Udang Sulsel Jadi Favorit Orang Jepang
-
BRI Peduli Perkuat Posyandu Matahari, Dukung Tumbuh Kembang Anak Sejak Dini