- Puluhan peternak dari 24 kabupaten membagikan ayam dan telur gratis di Makassar pada 10 Agustus 2026.
- Aksi protes tersebut dilakukan karena lonjakan harga pakan dan penurunan harga telur menyebabkan kerugian besar.
- Kementerian Pertanian meminta pabrik pakan menahan kenaikan harga guna melindungi keberlangsungan usaha peternak rakyat nasional.
Menurutnya, harga pakan yang sebelumnya berada di kisaran Rp300 ribuan per karung terus mengalami kenaikan hingga mendekati Rp500 ribu per karung.
Di sisi lain, harga telur di tingkat peternak justru mengalami penurunan.
"Kami sudah produksi tapi hasilnya jauh di bawah modal. Tidak ada untung dari mana," kata Makmur.
Ia mengatakan kondisi tersebut membuat peternak harus terus mengeluarkan biaya untuk mempertahankan ayam petelur, meski pendapatan dari telur tidak lagi mampu menutup biaya produksi.
Peternak menyebut harga pakan saat ini telah mencapai sekitar Rp450 ribu per karung.
Sementara harga telur terus melemah hingga berada di bawah harga yang mereka anggap sebagai titik impas produksi.
"Telur Rp38 rb hingga Rp43 ribu per rak. Sebelumnya Rp48 rb sampai Rp55 ribu per rak," ungkapnya.
Jika kondisi tersebut tidak segera ditangani, para peternak khawatir usaha ayam petelur rakyat di Sulawesi Selatan semakin banyak yang berhenti.
Mereka memperkirakan terdapat sekitar 3 ribu peternak ayam petelur di Sulawesi Selatan yang menggantungkan penghidupan dari sektor tersebut.
Baca Juga: Arena Judi Sabung Ayam Dekat Masjid dan Rumah Tahfiz Digerebek, Ternyata Milik Pengacara
"Kalau tidak segera dikendalikan, kami takut peternak ayam petelur di Sulsel gulung tikar," ujar Makmur.
Bagi peternak kecil, persoalan pakan menjadi sangat krusial karena sebagian besar modal usaha mereka terserap untuk kebutuhan tersebut.
Syaiful bahkan menilai kebijakan pemerintah saat ini belum cukup melindungi peternak rakyat. Ia juga menyoroti keberadaan PT Berdikari yang menurutnya membuat peternak kecil semakin sulit bersaing.
"(PT) Berdikari sudah merugikan peternak kecil seperti kami karena menguasai seluruh rantai pasok, mulai bibit hingga pakan. Peternak kecil seperti kami tidak mampu bersaing," katanya.
Kementan Minta Pabrik Pakan Tahan Kenaikan Harga
Keluhan peternak mengenai tingginya harga pakan sebenarnya telah menjadi perhatian pemerintah pusat.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sepatu Skechers Max Cushioning yang Empuk untuk Jalan Kaki Jauh dan Olahraga
- 4 Parfum Aroma Teh di Alfamart yang Tahan Lama Sesuai Review, Harga Mulai Rp30 Ribuan
- Rekomendasi Produk Viva untuk Eksfoliasi Wajah, Mulai Rp12 Ribuan
- Usai Heboh, Pelindo Jasa Maritim Copot Silfester Matutina dari Komisaris Usai 5 Hari Menjabat
- Apakah Pertalite Akan Naik Harga 26 September 2026? Ini Kata Bahlil
Pilihan
-
Tanpa Pengacara, WNI Didakwa Edarkan 25 Kg Heroin: Terancam Hukuman Mati di Malaysia
-
Dramatis! Ubed Persembahkan Medali Emas Asian Games 2026 untuk Indonesia
-
Massa Buruh Mulai Padati Thamrin, Andi Gani Pimpin Langsung Aksi Tuntut Keadilan RUU Ketenagakerjaan
-
Bawa Kentongan Hingga Kenakan Topi Caping, Massa Hari Tani Nasional Mulai Padati Depan Gedung DPR
-
Hukuman Lebih Ringan, Pengadilan Tinggi DKI Jakarta Vonis Nadiem Makarim 9 Tahun Penjara
Terkini
-
BRImo Hadirkan Pestapora 2026, Ada Ragam Program Spesial untuk Pengunjung
-
Bupati Gowa Jadi Tersangka Korupsi, Diduga Tarik Rp85 Juta Tiap Gerai Indomaret
-
Ngamuk di Kantor Lurah Karena Bantuan Rp900 Ribu Hilang, Wanita di Makassar Malah Ngaku Bandar Sabu
-
Isu Aliran Rp480 Miliar di Muktamar NU, Gus Ipul Ancam Polisikan 3 Orang
-
Petani Rumput Laut Takalar Naik Kelas! Catat Usaha Lewat HP, Akses Modal Makin Gampang