- Muhammad Basri alias Om Bas menyatakan siap memenuhi panggilan penyidik Polda Sulsel terkait dugaan korupsi seragam sekolah.
- Polda Sulsel sebelumnya telah melayangkan dua surat panggilan pemeriksaan kepada Basri namun belum dipenuhi karena ia berada di Kalimantan.
- Kasus korupsi proyek pengadaan seragam sekolah gratis senilai Rp16 miliar di Gowa ini turut melibatkan Pansus DPRD.
SuaraSulsel.id - Muhammad Basri alias Om Bas atau Basri Kajang akhirnya muncul ke hadapan publik.
Namanya viral setelah dikaitkan dalam penyidikan dugaan korupsi pengadaan seragam sekolah gratis senilai Rp16 miliar di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.
Om Basri juga disebut memiliki kedekatan secara personal dengan Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang. Ia saat ini sedang berada di Kalimantan.
Pernyataan tersebut disampaikan Basri melalui sebuah video yang beredar pada Selasa, 4 Agustus 2026.
Dalam video itu ia memastikan akan bersikap kooperatif dan memenuhi panggilan penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sulsel.
Basri menegaskan tidak memiliki niat menghindari proses hukum yang sedang berjalan.
Ia akan memenuhi panggilan penyidik Subdit Tindak Pidana Korupsi (Tipidkor) Ditreskrimsus Polda Sulsel dalam waktu dekat.
"Saya menyatakan siap bersikap kooperatif. Dengan penuh kesadaran dan tanpa paksaan dari pihak mana pun, saya akan memenuhi panggilan polda Sulawesi Selatan dalam waktu dekat, sekitar dua hingga tiga hari ke depan," ungkapnya.
Basri memastikan dirinya siap menjalani seluruh tahapan proses hukum yang berlaku. Ia menegaskan tidak akan melarikan diri ataupun menghindari pemeriksaan.
Baca Juga: Diperiksa 6 Jam Terkait Korupsi Seragam Rp16 M, Bupati Gowa: Silakan Tanya ke Penyidik
"Saya siap menjalani seluruh proses hukum yang berlaku. Saya tidak akan melarikan diri ataupun menghindari proses hukum. Saya akan memberikan keterangan yang sejelas-jelasnya, sejujur-jujurnya, serta mengikuti seluruh rangkaian pemeriksaan secara terbuka, akuntabel, dan transparan," ucapnya.
Kata Basri, mekanisme hukum merupakan jalan terbaik untuk mengungkap seluruh fakta dalam perkara tersebut.
"Biarlah proses hukum berjalan untuk menguji fakta, mengungkap seluruh persoalan secara adil dan berimbang sehingga kebenaran dapat terungkap," ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Basri juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Kabupaten Gowa. Ia mengakui namanya telah menimbulkan kegaduhan di tengah publik dalam beberapa waktu terakhir.
"Saya menyadari sepenuhnya bahwa dalam beberapa waktu terakhir nama saya telah menimbulkan kegaduhan, kekecewaan, dan ketidaknyamanan di tengah masyarakat. Atas segala hal yang telah terjadi dan mungkin melukai perasaan banyak pihak, saya memohon maaf dengan tulus," katanya.
Secara khusus, Om Basri juga meminta maaf kepada keluarga besar Bupati Gowa, Husniah Talenrang.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
- Link Resmi Pandang.istanapresiden.go.id buat Daftar Upacara Bendera HUT RI di Istana Negara
Pilihan
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
Terkini
-
Balita Tewas Ditabrak Mobil Perwira Polisi di Bone
-
Pusat Tes TOEFL dan Bahasa Asing Hadir di Makassar, Jangkau Sulawesi hingga Papua
-
Jalan Hertasning Nyaris Rampung! Ini Update Terbaru Proyek Jalan Rp2,5 Triliun di Sulsel
-
Darurat Sampah Makassar, Wali Kota Appi Pastikan Proyek PSEL Tetap Jalan Meski Ada Penolakan
-
Apa Itu Arbitrase Internasional? Ancaman Investor China di Proyek PSEL Makassar