- Komisi V DPR RI meninjau pembangunan Stadion Sudiang di Makassar pada Sabtu, 1 Agustus 2026.
- Proyek nasional tersebut mengalami deviasi negatif sekitar satu persen serta terkendala masalah pembebasan lahan.
- Kontraktor pelaksana diminta menambah sumber daya untuk mencapai target penyelesaian pada tahun 2027.
SuaraSulsel.id - Pembangunan Stadion Sudiang di Kota Makassar terus dikebut. Namun, Komisi V DPR RI menilai progres proyek strategis nasional tersebut masih belum sepenuhnya sesuai target.
Hasil peninjauan di lapangan menunjukkan pekerjaan konstruksi masih mengalami deviasi negatif sekitar satu persen dari rencana yang telah ditetapkan.
Temuan itu disampaikan Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Andi Iwan Darmawan Aras usai meninjau langsung pembangunan Stadion Sudiang di Makassar, Sabtu, 1 Agustus 2026.
Iwan mengatakan deviasi tersebut memang belum tergolong besar. Meski demikian kontraktor pelaksana diminta segera mengambil langkah percepatan agar keterlambatan tidak semakin melebar dan target penyelesaian proyek tetap dapat tercapai.
"Angka ini memang tidak besar, tetapi kami meminta pelaksana segera menambah sumber daya manusia dan peralatan agar progres pekerjaan bisa dikejar, bahkan melampaui target sehingga deviasi negatif berubah menjadi deviasi positif," kata Iwan.
Legislator Partai Gerindra itu menegaskan kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan pembangunan stadion berjalan sesuai jadwal. Baik dari sisi progres pekerjaan maupun kualitas konstruksi.
Ia mengungkap Stadion Sudiang merupakan salah satu infrastruktur olahraga terbesar yang sedang dibangun di Sulawesi Selatan. Karena itu, proyek tersebut harus diselesaikan tepat waktu tanpa mengabaikan standar mutu bangunan.
"Stadion ini harus rampung sesuai target dengan kualitas konstruksi yang baik. Ini akan menjadi fasilitas olahraga kebanggaan masyarakat Sulawesi Selatan," ujarnya.
Iwan mengaku akan terus mengawal pembangunan stadion meskipun proyek tersebut berada di luar daerah pemilihannya.
Baca Juga: 7,8 Juta Rokok Ilegal Masuk Makassar, Modus Sembunyi di Peti Kemas Berhasil Dibongkar Bea Cukai
Ia mengungkapkan sejak awal telah menyampaikan langsung pentingnya pembangunan Stadion Sudiang kepada pemerintah pusat agar proyek tersebut mendapat perhatian.
"Dulu saya sudah menyampaikan langsung kepada Presiden Joko Widodo dan juga kepada Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka agar pembangunan stadion ini menjadi perhatian pemerintah pusat," ungkapnya.
Ia berharap seluruh pekerjaan konstruksi dapat diselesaikan sesuai jadwal sehingga stadion sudah bisa dimanfaatkan masyarakat pada 2027.
"Kita berharap tahun 2027 stadion ini sudah dapat digunakan sehingga masyarakat bisa menikmati pertandingan sepak bola dengan fasilitas yang representatif," katanya.
Selain menyoroti progres fisik yang saat ini telah mencapai sekitar 13 persen, Komisi V DPR RI juga menemukan persoalan lain yang dinilai berpotensi menghambat kelancaran proyek yakni pembebasan lahan.
Iwan menjelaskan hingga kini masih terdapat kewajiban pembayaran ganti rugi lahan sekitar Rp18 miliar kepada pemilik lahan yang telah memenangkan gugatan di pengadilan dan putusannya telah berkekuatan hukum tetap.
Ia meminta Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan segera menyelesaikan kewajiban tersebut agar tidak mengganggu pelaksanaan pembangunan.
"Kami berharap Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan segera menyelesaikan pembayaran tersebut agar tidak menghambat proses pembangunan stadion. Persoalan pembebasan lahan ini harus menjadi perhatian serius," ujarnya.
Dalam kunjungan itu, Iwan didampingi Anggota Komisi D DPRD Sulsel Sultan Tajang dan Anggota Komisi C DPRD Sulsel Andi Patudangi. Keduanya diminta ikut mengawal penyelesaian persoalan pembebasan lahan melalui fungsi pengawasan DPRD.
"Pak Sultan dan Pak Patudangi, persoalan pembebasan lahan ini harus menjadi atensi. Kami berharap DPRD mengingatkan Pemerintah Provinsi agar kewajiban kepada pemilik lahan segera diselesaikan," katanya.
Sementara itu, pekerjaan konstruksi di lapangan terus berlangsung. Saat ini pembangunan telah memasuki tahap struktur lantai pertama, meliputi pekerjaan pelat lantai dan balok, serta pembangunan kolom menuju lantai dua.
Kontraktor sekarang ini mulai memasang sistem perpipaan atau plumbing, termasuk jaringan drainase bawah lapangan yang nantinya berfungsi mengalirkan air hujan sehingga tidak menggenangi area pertandingan.
Untuk mempercepat pelaksanaan sekaligus menjaga kualitas bangunan, sebagian elemen struktur menggunakan teknologi beton pracetak atau precast.
Pembangunan Stadion Sudiang merupakan salah satu proyek strategis nasional yang dibiayai melalui skema tahun jamak (multiyears) selama periode 2025 hingga 2027.
Pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp674,9 miliar untuk menyelesaikan proyek tersebut. Rinciannya, Rp96,04 miliar pada 2025, Rp454,98 miliar pada 2026, dan Rp123,92 miliar pada 2027.
Stadion dibangun di atas lahan seluas 15 hektare di kawasan GOR Sudiang. Sekitar tujuh hektare digunakan untuk bangunan utama stadion, sedangkan sisanya disiapkan untuk berbagai fasilitas pendukung.
Apabila rampung, Stadion Sudiang akan memiliki kapasitas sekitar 27 ribu penonton dengan konsep single seat yang mengutamakan kenyamanan dan keselamatan sesuai standar stadion modern.
Dalam pelaksanaannya, Kementerian Pekerjaan Umum bertanggung jawab atas pendanaan sekaligus pembangunan fisik stadion.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menyediakan lahan, sementara Pemerintah Kota Makassar akan membangun akses jalan menuju kawasan stadion guna mendukung mobilitas penonton.
Adapun pekerjaan konstruksi dikerjakan oleh PT Waskita Karya dengan nilai kontrak sekitar Rp637,15 miliar. Pengawasan proyek dilakukan oleh PT Kogas Driyap Konsultan sebagai manajemen konstruksi.
Pemerintah menargetkan progres pembangunan Stadion Sudiang mencapai sekitar 65 persen pada akhir 2026 sehingga seluruh tahapan pembangunan tetap berada di jalur yang telah direncanakan dan stadion dapat difungsikan pada 2027.
Kontributor : Lorensia Clara Tambing
Berita Terkait
Terpopuler
- Bawa Kasus Penebangan Pohon ke Jalur Hukum, Farhan Siap Lapor Gubernur Jabar dan KLH
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Harta Kekayaan Iptu Setya Budi Dias, Oknum KPK Pemeras Bupati Pemalang
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- 5 Sepatu Kasual Nyaman untuk Jalan Kaki di Kota, Ringan dan Empuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Waduh! Pembangunan Stadion Sudiang Makassar Telat, DPR Minta Kontraktor Ngebut
-
Semua Potensi SAR Telah Dikerahkan Selamatkan Penumpang KMP Mutiara Sentosa 2
-
Kronologi Power Bank Berasap dan Mengeluarkan Percikan Api di Penerbangan Batik Air
-
7,8 Juta Rokok Ilegal Masuk Makassar, Modus Sembunyi di Peti Kemas Berhasil Dibongkar Bea Cukai
-
Saat Rumah Petani Luwu Timur Rata dengan Tanah Demi Ambisi PSN