- Seorang juru parkir liar menganiaya pengendara mobil hingga terluka di Jalan Sungai Tangka, Makassar, pada 11 Juli 2026.
- Pelaku memukul korban karena merasa tidak puas dengan uang parkir sebesar dua ribu rupiah yang diberikan korban.
- Polrestabes Makassar sedang menyelidiki identitas pelaku yang melarikan diri usai memicu ketegangan dan melukai wajah korban tersebut.
Dalam rekaman tersebut, wajah korban tampak berlumuran darah sambil meminta pelaku ikut ke kantor polisi untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.
Sementara itu, pelaku yang mengenakan kaus berwarna hijau dan celana pendek terlihat terus beradu argumen dengan korban sebelum akhirnya meninggalkan lokasi.
Kapolsek Ujung Pandang membenarkan adanya peristiwa tersebut. Namun, penanganan kasus kini telah diambil alih oleh Satreskrim Polrestabes Makassar.
"Korbannya sudah melaporkan kejadian ini di Polrestabes," ujar Kapolsek Ujung Pandang, Kompol Muhammad Yusuf saat dikonfirmasi.
Kasi Humas Polrestabes Makassar, AKP Wahiduddin mengatakan pihaknya telah menerima laporan korban dan kini tengah melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas pelaku.
"Kami telah menerima laporan korban terkait dugaan kekerasan yang terjadi di Jalan Sungai Tangka di Polrestabes Makassar," ucapnya.
Ia menegaskan anggota kepolisian sudah mendatangi lokasi kejadian, tetapi pelaku sudah tidak berada di tempat.
Polisi kini masih mengumpulkan keterangan saksi serta menelusuri identitas jukir liar yang diduga melakukan penganiayaan tersebut.
"Sementara anggota kami masih melakukan penyelidikan dan menangani terkait kejadian ini," sebutnya.
Baca Juga: Berapa Luas Lahan Pertanian yang Masih Tersisa di Kota Makassar?
Viralnya video penganiayaan itu kembali memantik kritik masyarakat terhadap keberadaan juru parkir liar di Makassar.
Di kolom komentar berbagai platform media sosial, banyak warganet mengaku resah karena praktik parkir ilegal dinilai semakin menjamur di sejumlah titik kota.
Sementara Pemkot Makassar dan PD Parkir Makassar dianggap tak becus menangani perkara parkir ilegal.
Tak sedikit yang menilai persoalan tersebut sudah lama dikeluhkan masyarakat, mulai dari pungutan tanpa karcis resmi hingga tindakan intimidatif ketika pengguna jalan menolak atau mempertanyakan tarif parkir yang diminta.
Sejumlah warganet juga menyayangkan insiden tersebut karena dinilai mencoreng citra Kota Makassar.
Menurut mereka, Makassar merupakan kota yang terus berkembang dan memiliki banyak potensi, namun persoalan parkir liar masih menjadi pekerjaan rumah yang belum terselesaikan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Harga Kulkas Mini 1 Pintu Termurah di Pasaran, Ini 3 Rekomendasinya Mulai Rp400 Ribuan
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 7 Rekomendasi sesuai Review
- Air Mawar Viva Dipakai Kapan? Ini Urutan Pemakaian dan Review Pembeli
- 17 Kode Redeem FF 25 Agustus 2026: Kesempatan Dapat Voucher dan Skin Senjata Terbaru
- Waduk Jatigede Surut, Warga Sumedang Manfaatkan Lahan untuk Bertani
Pilihan
-
Polisi Bubarkan Massa Aliansi Pati yang Galang Donasi di Depan DPR
-
Kemenag Bantah Nasaruddin Umar Mundur dari Menag: Isu Bursa Caketum PBNU Itu Spekulasi Liar
-
Menag Nasaruddin Umar Bantah Mundur: Itu Ada Orang yang Panik
-
Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
-
Dari Pengumpul Data Hingga Perantara, Bagaimana DSI Bekerja
Terkini
-
BRI dan Pemprov Maluku Utara Kolaborasi Perkuat UMKM dan Ekonomi Desa
-
Pesawat TNI AL Keluar Jalur, Tiga Prajurit Lolos dari Maut
-
Detik-detik Banjir Bandang Terjang Parigi Moutong: Puluhan Rumah Tertimbun Lumpur
-
11 Daerah di Sulawesi Tenggara Resmi Status Siaga Kekeringan, Ribuan Hektare Sawah Terancam Puso
-
Polisi Jabar Obrak-abrik 'Passobis' di Sulsel, Begini Respons Ustadz Das'ad Latif