Muhammad Yunus
Sabtu, 11 Juli 2026 | 19:53 WIB
Juru parkir liar di kota Makassar pukul pengendara gegara hanya diberi Rp2.000 [SuaraSulsel.id/Istimewa]
Baca 10 detik
  • Seorang juru parkir liar menganiaya pengendara mobil hingga terluka di Jalan Sungai Tangka, Makassar, pada 11 Juli 2026.
  • Pelaku memukul korban karena merasa tidak puas dengan uang parkir sebesar dua ribu rupiah yang diberikan korban.
  • Polrestabes Makassar sedang menyelidiki identitas pelaku yang melarikan diri usai memicu ketegangan dan melukai wajah korban tersebut.

SuaraSulsel.id - Aksi seorang juru parkir (jukir) liar di Kota Makassar, Sulawesi Selatan kembali bikin geleng-geleng kepala.

Seorang pengendara mobil menjadi korban penganiayaan setelah memberikan uang parkir sebesar Rp2.000.

Insiden yang terekam video dan viral di media sosial itu memicu kemarahan warganet sekaligus kembali mengangkat persoalan maraknya parkir liar di Kota Daeng.

Peristiwa tersebut terjadi di depan TK Angkasa I, Jalan Sungai Tangka, Kecamatan Ujung Pandang, Sabtu, 11 Juli 2026.

Korban yang baru selesai menjalani pemeriksaan kesehatan didatangi seorang jukir yang meminta uang parkir.

Awalnya, korban memberikan uang sebesar Rp2.000. Namun, pelaku diduga meminta bayaran lebih dari nominal tersebut.

Korban kemudian mempertanyakan karcis parkir resmi sebagai bukti pembayaran.

Bukannya menunjukkan karcis, pelaku justru berdalih akan mengambilnya dari rekannya dan meminta korban memarkirkan kembali kendaraannya.

Karena tidak memperoleh karcis, korban tetap memberikan uang Rp2.000.

Baca Juga: Berapa Luas Lahan Pertanian yang Masih Tersisa di Kota Makassar?

Respons pelaku justru di luar dugaan. Jukir tersebut diduga tersulut emosi, melempar uang yang diberikan korban, lalu memukul kaca mobil hingga memancing ketegangan.

Korban yang tidak terima kemudian turun dari kendaraan untuk meminta penjelasan.

Adu mulut pun tak terhindarkan hingga berujung aksi kekerasan.

Pelaku diduga memukul korban hingga mengalami luka di bagian wajah dan mengeluarkan darah.

Melihat korban terluka, pelaku langsung melarikan diri dari lokasi kejadian.

Video yang merekam detik-detik setelah penganiayaan itu kemudian beredar luas di media sosial.

Dalam rekaman tersebut, wajah korban tampak berlumuran darah sambil meminta pelaku ikut ke kantor polisi untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Sementara itu, pelaku yang mengenakan kaus berwarna hijau dan celana pendek terlihat terus beradu argumen dengan korban sebelum akhirnya meninggalkan lokasi.

Kapolsek Ujung Pandang membenarkan adanya peristiwa tersebut. Namun, penanganan kasus kini telah diambil alih oleh Satreskrim Polrestabes Makassar.

"Korbannya sudah melaporkan kejadian ini di Polrestabes," ujar Kapolsek Ujung Pandang, Kompol Muhammad Yusuf saat dikonfirmasi.

Kasi Humas Polrestabes Makassar, AKP Wahiduddin mengatakan pihaknya telah menerima laporan korban dan kini tengah melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas pelaku.

"Kami telah menerima laporan korban terkait dugaan kekerasan yang terjadi di Jalan Sungai Tangka di Polrestabes Makassar," ucapnya.

Ia menegaskan anggota kepolisian sudah mendatangi lokasi kejadian, tetapi pelaku sudah tidak berada di tempat.

Polisi kini masih mengumpulkan keterangan saksi serta menelusuri identitas jukir liar yang diduga melakukan penganiayaan tersebut.

"Sementara anggota kami masih melakukan penyelidikan dan menangani terkait kejadian ini," sebutnya.

Viralnya video penganiayaan itu kembali memantik kritik masyarakat terhadap keberadaan juru parkir liar di Makassar.

Di kolom komentar berbagai platform media sosial, banyak warganet mengaku resah karena praktik parkir ilegal dinilai semakin menjamur di sejumlah titik kota.

Sementara Pemkot Makassar dan PD Parkir Makassar dianggap tak becus menangani perkara parkir ilegal.

Tak sedikit yang menilai persoalan tersebut sudah lama dikeluhkan masyarakat, mulai dari pungutan tanpa karcis resmi hingga tindakan intimidatif ketika pengguna jalan menolak atau mempertanyakan tarif parkir yang diminta.

Sejumlah warganet juga menyayangkan insiden tersebut karena dinilai mencoreng citra Kota Makassar.

Menurut mereka, Makassar merupakan kota yang terus berkembang dan memiliki banyak potensi, namun persoalan parkir liar masih menjadi pekerjaan rumah yang belum terselesaikan.

Kontributor : Lorensia Clara Tambing

Load More