Muhammad Yunus
Jum'at, 10 Juli 2026 | 16:23 WIB
Ilustrasi : Peta pergerakan Siklon Tropis Bavi yang telah memasuki wilayah monitoring TCWC Jakarta, Kamis (9/7/2026) [SuaraSulsel.id/ANTARA/HO-BMKG]
Baca 10 detik
  • BMKG mengidentifikasi Siklon Tropis Bavi di utara Papua Barat memicu pertumbuhan awan hujan signifikan di berbagai wilayah Indonesia.
  • Dinamika atmosfer tersebut menciptakan daerah konvergensi yang meningkatkan potensi hujan lebat, terutama bagi masyarakat di Provinsi Papua Selatan.
  • BMKG mengimbau masyarakat waspada terhadap curah hujan tinggi serta gangguan jarak pandang akibat kabut di wilayah Kota Padang.

SuaraSulsel.id - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengidentifikasi pergerakan Siklon Tropis Bavi di Laut Filipina utara Papua Barat memicu induksi pembentukan yang meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan signifikan di sejumlah wilayah Indonesia.

Prakirawan BMKG Lintang A dalam siaran prakiraan cuaca yang diikuti dari Jakarta, menjelaskan meskipun siklon tersebut bergerak ke arah barat laut menjauhi wilayah Indonesia, sistem ini membentuk fenomena arus angin kencang (low level jet) di sepanjang Samudra Pasifik utara timur Filipina.

Kombinasi dinamika atmosfer itu memicu terbentuknya daerah pertemuan serta perlambatan kecepatan angin (konvergensi) di Laut Filipina utara, Papua Barat, Laut Sulu, hingga Laut Halmahera utara.

"Kondisi tersebut mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sekitar daerah siklon tropis maupun di sepanjang daerah konvergensi dan konfluensi tersebut," katanya, Jumat 10 Juli 2026.

BMKG mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat, terutama di wilayah Provinsi Papua Selatan.

Sementara itu untuk prakiraan cuaca di kota-kota besar wilayah barat Indonesia, BMKG meminta warga mewaspadai potensi hujan sedang di Tanjung Selor serta hujan ringan di Kota Medan dan Tanjung Pinang.

Untuk wilayah barat lainnya, kondisi cuaca berawan hingga berawan tebal diprakirakan mendominasi wilayah Banda Aceh, Pekanbaru, Jambi, Bengkulu, Palembang, Pangkal Pinang, Bandar Lampung, Serang, Jakarta, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Pontianak, Palangkaraya, Samarinda, dan Banjarmasin.

BMKG juga memberikan perhatian khusus bagi sektor transportasi dan warga di Kota Padang, Sumatera Barat, akibat adanya potensi kemunculan cuaca kabut atau partikel asap kering yang dapat mengganggu jarak pandang.

Bergeser ke wilayah timur Indonesia, potensi hujan dengan intensitas ringan diproyeksikan mengguyur sejumlah kota-kota besar di tanah Papua, meliputi Sorong, Nabire, Jayapura, Jayawijaya, hingga Merauke.

Baca Juga: Gempa Polewali Mandar Terasa Hingga Kota Parepare, Ini Penyebabnya

Adapun wilayah timur lainnya seperti Denpasar, Mataram, Kupang, Makassar, Kendari, Mamuju, Palu, Gorontalo, Manado, Ternate, Ambon, dan Manokwari secara umum diprakirakan berada dalam kondisi berawan hingga berawan tebal sepanjang hari.

Load More