Muhammad Yunus
Kamis, 02 Juli 2026 | 14:12 WIB
Peta sebaran gempa tektonik wilayah Sulawesi Utara dan sekitarnya sepanjang Mei 2026 [SuaraSulsel.id/ANTARA/HO-BMKG]
Baca 10 detik
  • BMKG Stasiun Geofisika Manado mencatat 1.184 gempa tektonik mengguncang wilayah Sulawesi Utara dan sekitarnya selama bulan Mei 2026.
  • Mayoritas aktivitas gempa bumi merupakan kategori dangkal yang terkonsentrasi di kawasan Laut Maluku, Teluk Tomini, dan Laut Sulawesi.
  • Dinamika tektonik di zona pertemuan lempeng dan subduksi menyebabkan sembilan kejadian gempa dirasakan langsung oleh masyarakat setempat.

SuaraSulsel.id - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Stasiun Geofisika Manado, Sulawesi Utara menyebutkan sebanyak 1.184 gempa tektonik mengguncang wilayah Sulawesi Utara dan sekitarnya selama Mei 2026.

"Berdasarkan distribusi kedalaman hiposenter, aktivitas gempa bumi didominasi oleh gempa bumi dangkal yang terjadi pada kerak bumi bagian atas," kata Koordinator Bidang Data dan Informasi Stasiun Geofisika Manado, Muhammad Zulkifli di Manado, Rabu 1 Juli 2026.

Dari seribuan gempa tektonik tersebut, sebanyak 919 kejadian dikategorikan gempa dangkal.

Selanjutnya, sebanyak 259 kejadian (gempa menengah) dan sebanyak enam kejadian dikategorikan gempa dalam.

Dia menambahkan, berdasarkan magnitudonya, gempa bumi yang terjadi memiliki rentang magnitudo mulai dari M1,7 hingga gempa bumi terbesar berkekuatan M7.7.

Dari keseluruhan kejadian tersebut, sebanyak sembilan kali gempa bumi dilaporkan dirasakan oleh masyarakat di wilayah Morotai, Halmahera Utara, Toli-Toli, Kabupaten Gorontalo Utara, Batang Dua.

Berikutnya juga dirasakan di Ternate, Halmahera Barat, Gorontalo, Halmahera Selatan, Halmahera Timur, Parigi Moutong, Manado, Minahasa, Palu, Bitung, Boltim, Halmahera Tengah .

Muhammad Zulkifli menjelaskan berdasarkan peta seismisitas dan distribusi episenter, aktivitas gempa bumi selama periode tersebut terkonsentrasi pada beberapa wilayah utama yaitu Laut Maluku, Teluk Tomini dan Laut Sulawesi.

"Konsentrasi aktivitas tersebut menunjukkan tingginya dinamika tektonik di kawasan pertemuan lempeng dan zona subduksi di sekitar Sulawesi Utara dan Maluku Utara," sebutnya.

Baca Juga: Daftar Lengkap Mutasi Besar-besaran di Polda Sulut

Load More