Muhammad Yunus
Rabu, 24 Juni 2026 | 14:36 WIB
Bank Syariah Indonesia (BSI)
Baca 10 detik
  • Karyawati Bank Syariah Indonesia Makassar mengalami dugaan pelecehan verbal dari atasannya saat mengajukan cuti program kehamilan.
  • Unggahan dugaan pelecehan tersebut viral di media sosial dan memicu kecaman keras dari berbagai pihak warganet.
  • DPPPA Kota Makassar belum melakukan pendampingan karena korban hingga kini belum menyampaikan laporan resmi terkait peristiwa.

SuaraSulsel.id - Pengakuan seorang karyawati Bank Syariah Indonesia (BSI) Cabang Makassar yang mengaku mengalami dugaan pelecehan verbal dari atasannya viral di media sosial.

Kabar tersebut pun memicu gelombang kecaman dari warganet.

Kisah tersebut ramai diperbincangkan setelah dibagikan oleh sejumlah akun media sosial.

Dalam unggahan yang beredar korban mengaku mendapat ucapan yang dianggap tidak pantas dan merendahkan. Saat mengajukan cuti untuk menjalani program kehamilan sesuai anjuran dokter.

Berdasarkan pengakuannya, peristiwa itu bermula ketika dirinya mengajukan cuti kepada seorang pimpinan berinisial WPM. Saat itu, terduga pelaku disebut mempertanyakan alasan pengajuan cuti tersebut.

"Beliau bertanya kenapa saya mau ajukan cuti. Saya jawab karena saya program hamil sesuai anjuran dokter," ujar korban dalam pengakuannya yang beredar di media sosial.

Namun jawaban tersebut, menurut korban, justru direspons dengan ucapan yang membuatnya terkejut dan merasa dilecehkan.

Korban mengaku atasannya melontarkan kalimat yang menyinggung kehidupan rumah tangganya.

"Dia bilang lagi, memangnya suami kamu tidak bisa bikin hamil? Kalau suami kamu tidak bisa, banyak yang bisa bikin kasih hamil kamu," tutur korban menirukan ucapan yang diterimanya.

Baca Juga: Mengaku Ketua Panitia, Mahasiswa Unhas Lakukan Pelecehan Seksual Terancam Dipecat

Ucapan tersebut membuat korban merasa dipermalukan. Apalagi, percakapan itu disebut terjadi di hadapan sejumlah orang sehingga membuatnya semakin tidak nyaman.

Kasus ini kemudian menjadi sorotan publik.

Di berbagai platform media sosial, banyak warganet mengecam dugaan ucapan yang disampaikan oleh pimpinan tersebut. Mereka bahkan ramai-ramai menandai akun Direktur Utama BSI, Anggoro Eko Cahyo.

Sebagian besar menilai perkataan tersebut tidak pantas disampaikan dalam lingkungan kerja profesional, terlebih menyangkut persoalan pribadi dan kesehatan reproduksi seorang perempuan.

"Kalau benar terjadi, ini bukan candaan. Ini sudah masuk ranah pelecehan verbal dan sangat tidak etis," tulis salah satu warganet.

Komentar lain menyebut ucapan tersebut dapat berdampak pada kondisi psikologis korban yang sedang menjalani program kehamilan.

Load More