- Pansus DPRD Gowa mengungkap pencabutan sepihak beasiswa doktoral diduga akibat masalah pribadi bupati terhadap saksi Rezqila.
- Proyek pengadaan seragam sekolah senilai Rp16 miliar di Gowa diduga melibatkan pihak luar untuk mengatur harga barang.
- Mantan Inspektur daerah memberikan kesaksian mengenai pengakuan hubungan asmara antara Bupati Gowa dengan konsultan politik Muhammad Basri.
SuaraSulsel.id - Sidang Panitia Khusus (Pansus) Hak Angket DPRD Kabupaten Gowa terus mengungkap berbagai fakta yang mengejutkan.
Tak hanya menyoroti dugaan penyimpangan dalam pengadaan seragam sekolah gratis, rapat yang digelar dalam beberapa pekan terakhir juga membahas pencabutan bantuan beasiswa doktoral secara sepihak hingga dugaan hubungan pribadi antara Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang, dengan mantan konsultan politiknya, Muhammad Basri atau yang dikenal dengan nama Basri Kajang.
Sejumlah saksi dihadirkan untuk memberikan keterangan di hadapan anggota pansus. Dari kesaksian itulah satu per satu fakta yang sebelumnya hanya menjadi perbincangan publik mulai terungkap ke ruang sidang.
1. Beasiswa Doktoral Dicabut, Saksi Sebut Dipicu Kecemburuan Asmara
Salah satu temuan yang menyita perhatian pansus adalah pencabutan bantuan beasiswa doktoral terhadap seorang mahasiswi bernama Rezqila.
Padahal saat itu, penerima beasiswa disebut sudah berada di tahap akhir pendidikan dan bersiap menghadapi ujian doktoralnya.
Dalam rapat pansus, Rezqila mengaku tidak pernah menerima penjelasan resmi mengenai alasan penghentian bantuan tersebut.
Ia baru mengetahui penyebabnya setelah mendatangi Dinas Pendidikan Kabupaten Gowa untuk meminta klarifikasi.
Anggota Pansus DPRD Gowa, Dian Purnamasari awalnya mempertanyakan alasan pencabutan bantuan tersebut mengingat Rezqila diketahui pernah menjadi bagian dari tim pemenangan Husniah Talenrang pada Pilkada Gowa.
Baca Juga: Hak Angket Bupati Gowa Memanas, DPRD dan Pansus Digugat ke Pengadilan
Menjawab pertanyaan itu, Rezqila membeberkan kronologi yang menurutnya menjadi awal persoalan.
Ia mengaku pernah bermain bulutangkis di lapangan rumah jabatan bupati yang terbuka untuk umum.
Pada suatu kesempatan, ia datang bersama seorang teman perempuan. Temannya kemudian berkenalan dengan salah seorang staf rumah jabatan sebelum akhirnya berkomunikasi dengan Muhammad Basri Kajang.
Menurut Rezqila, hubungan komunikasi antara temannya dan Basri Kajang kemudian semakin intens hingga beberapa kali bertemu.
Belakangan, ia mengaku mendapat informasi bahwa Bupati Gowa marah kepadanya karena dianggap sebagai pihak yang mempertemukan teman perempuannya dengan Basri Kajang.
"Saya tahu waktu saya tanyakan ke Dinas Pendidikan kenapa beasiswaku dicabut. Saat itu saya diberi tahu bahwa bupati marah kepada saya karena dianggap yang memperkenalkan teman saya dengan Muhammad Basri," ungkap Rezqila.
Berita Terkait
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 HP Murah Baterai 7000 mAh, Tahan hingga 2 Hari dengan Performa Kencang
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- Rumah Lansia 82 Tahun Dieksekusi PN Jakbar Meski Masih Sengketa
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
Stres, Cemas, atau Butuh Teman Cerita di Makassar? Ini Lokasi 'Pojok Curhat' Bisa Anda Kunjungi
-
Bukan Cuma Enak, Ini Alasan Udang Sulsel Jadi Favorit Orang Jepang
-
BRI Peduli Perkuat Posyandu Matahari, Dukung Tumbuh Kembang Anak Sejak Dini
-
Rahasia Warga Sulsel Tetap Antusias Daftar Haji Meski Masa Tunggu Puluhan Tahun
-
Penantian 1 Tahun Berbuah Manis, Jurnal Al-Daulah UIN Alauddin Tembus Scopus