- Pansus DPRD Gowa mengungkap pencabutan sepihak beasiswa doktoral diduga akibat masalah pribadi bupati terhadap saksi Rezqila.
- Proyek pengadaan seragam sekolah senilai Rp16 miliar di Gowa diduga melibatkan pihak luar untuk mengatur harga barang.
- Mantan Inspektur daerah memberikan kesaksian mengenai pengakuan hubungan asmara antara Bupati Gowa dengan konsultan politik Muhammad Basri.
Setelah mendengar keterangan saksi, sejumlah anggota pansus menilai pencabutan bantuan beasiswa tersebut tidak didasarkan pada alasan administratif maupun pelanggaran aturan penerima bantuan.
"Kalau melihat keterangan yang disampaikan saksi, pencabutan beasiswa ini diduga lebih didasarkan pada kepentingan pribadi dibanding alasan administratif. Ini tentu sangat disayangkan," kata anggota Pansus DPRD Gowa, Ramli Rewa.
2. Pengadaan Seragam Gratis Rp16 Miliar, Nama 'Orang Bupati' Muncul di Sidang
Selain persoalan beasiswa, pansus juga mendalami proyek pengadaan seragam sekolah gratis senilai Rp16 miliar yang dikelola Dinas Pendidikan Kabupaten Gowa.
Program tersebut mencakup pengadaan sekitar 20 ribu lembar seragam sekolah untuk siswa.
Dalam rapat pansus, sejumlah saksi mengungkap adanya dugaan keterlibatan pihak di luar struktur resmi pemerintahan dalam proses pengadaan barang.
Ketua Pansus DPRD Gowa, Kasim Sila mengatakan dari hasil pendalaman sementara muncul dua nama berinisial SA dan MBK atau Muhammad Basri yang disebut-sebut berperan dalam proses penawaran hingga pelaksanaan pengadaan.
Dari keterangan saksi, SA diduga melakukan pembicaraan harga dengan penyedia barang. Sementara anggaran yang disiapkan pemerintah mencapai Rp16 miliar.
Sales Marketing PT Urban Ritel Internasional, Ika mengaku perusahaannya sejak awal diminta menawarkan produk dengan harga serendah mungkin.
Baca Juga: Hak Angket Bupati Gowa Memanas, DPRD dan Pansus Digugat ke Pengadilan
"Awalnya kami dihubungi untuk penawaran dan barang yang disepakati adalah barang dengan harga paling murah sesuai permintaan dari Pak SA," katanya saat memberikan keterangan.
Pansus juga menyoroti dugaan adanya kesepakatan harga yang terjadi sebelum proses pengadaan berjalan secara resmi.
Temuan lain yang menjadi perhatian muncul dari kesaksian Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Gowa, Taufiq Mursad.
Dalam rapat, Taufiq mengaku pernah dipanggil oleh Bupati Gowa setelah anggaran program tersebut ditetapkan.
"Setelah penetapan anggaran saya dipanggil menghadap oleh bupati dan beliau bilang, 'oke jalankan dan nanti ada orangku yang kerjakan'," ujar Taufiq di hadapan anggota pansus.
Keterangan itu kemudian menjadi salah satu materi yang didalami lebih lanjut oleh pansus untuk mengetahui sejauh mana keterlibatan pihak luar dalam proyek tersebut.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
Korupsi Kuota Haji Rp622 Miliar, KPK Mulai Bidik Pengisian Kuota PT Makassar Toraja
-
Libur Sekolah, PELNI Beri Diskon Tiket Kapal 30 Persen
-
Usulan Pembangunan Jembatan Barombong Makassar Ditolak Pusat, Ini Alasannya!
-
Pengakuan Mengejutkan Mantan Inspektur: Basri Kajang Sebut Dirinya Kekasih Bupati Gowa
-
192 Pelajar Terbaik Sulsel Berebut 20 Kursi Beasiswa Pilot, Siapa Bakal Terbang?