- PT Bogatama Marinusa di Makassar mengekspor 859,4 ton udang senilai Rp148,2 miliar ke Jepang pada semester pertama 2026.
- Konsumen Jepang menyukai udang vaname dan windu asal Sulawesi Selatan karena memiliki rasa manis serta tekstur khas.
- Badan Karantina Indonesia memastikan komoditas udang ekspor tersebut memenuhi standar kesehatan, keamanan, dan mutu internasional.
SuaraSulsel.id - Di meja makan Jepang, udang bukan sekadar makanan laut. Mereka mengubahnya jadi tempura, sushi, hingga berbagai olahan yang menjadi bagian dari keseharian kuliner Negeri Sakura.
Di balik hidangan itu, ada udang yang datang dari berbagai negara.
Salah satunya Indonesia. Termasuk Sulawesi Selatan yang selama bertahun-tahun menjadi salah satu sentra pengolahan dan ekspor udang.
Bagi industri udang di Sulsel, Jepang bahkan bukan sekadar pasar tujuan. Negara itu menjadi salah satu pembeli terbesar yang menyerap produk udang dari daerah ini.
General Manager PT Bogatama Marinusa (BOMAR), Jumaeri mengatakan sekitar 80 persen produk ekspor perusahaannya dikirim ke Jepang.
Ia menggambarkan tingginya dominasi udang asal Sulsel di pasar Jepang dengan sebuah perbandingan sederhana.
"Kalau di Jepang tiga ekor udang tempura di piring, dua ekor itu udang asal Sulsel," kata Jumaeri.
Angka tersebut memang merupakan gambaran dari pengalaman perusahaan, bukan data keseluruhan konsumsi udang Jepang. Namun, pernyataan itu menunjukkan betapa pentingnya pasar Jepang bagi eksportir udang asal Sulsel.
Sepanjang semester pertama 2026, PT BOMAR mengekspor 859,4 ton udang dengan nilai mencapai Rp148,2 miliar.
Baca Juga: Rahasia Warga Sulsel Tetap Antusias Daftar Haji Meski Masa Tunggu Puluhan Tahun
Ekspor tersebut terdiri atas 765.132 kilogram udang vaname senilai sekitar Rp122,5 miliar dan 94.292 kilogram udang windu dengan nilai sekitar Rp25,7 miliar.
Dua jenis udang itu menjadi produk utama yang dikirim perusahaan ke pasar internasional.
Lantas, apa yang membuat udang Sulsel begitu diminati?
Menurut Jumaeri, jawabannya tidak semata-mata pada ukuran udang. Ada rasa dan tekstur yang menjadi pertimbangan konsumen Jepang.
"Orang Jepang sangat menyukai udang asal Sulsel, terutama windu dan vaname karena ada rasa manis dan teksturnya dibandingkan udang dari negara Asia lainnya," ujarnya.
Permintaan yang tinggi bahkan menjadi tantangan tersendiri bagi perusahaan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Andre Taulany Resmi Nikahi Amanda Rigby, Mantan Istri Erin: Hamil Duluan Kali
- Kiai Sahal Gontor ke Prabowo: Saya Ngomong Agak Tidak Enak, Sorry ye...
- Sah Nikahi Amanda Rigby, Ramalan Lama Hard Gumay Tentang Asmara Andre Taulany Jadi Kenyataan?
- Erin Taulany Klarifikasi Soal Komentar Hamil Duluan: Sumpah Demi Allah Akun Saya Dibajak
- Media Israel Sindir Presiden Prabowo: Setahun Lalu Dukung Kami Sekarang Teriak Free Palestina
Pilihan
-
Miras Oplosan Tewaskan 4 Orang di Cianjur, 2 Korban Masih Kritis
-
Tangis Ibrahim al-Madani Saat Pertama Azan di Masjidil Haram, Sang Muazin Tutup Usia di 51 Tahun
-
Merumuskan Kembali Bisnis Media Masa Depan di Local Media Summit 2026
-
KPK OTT Bupati Bolaang Mongondow Utara Sirajudin Lasena
-
KPK Geledah Rumah Mewah Polisi Yayat Sudrajat di Depok, Terkait Kasus Suap Bekasi
Terkini
-
Pemkot Kendari Resmi Larang Pengecer Jual BBM Subsidi
-
Geng Motor Makin Brutal, Polisi Makassar Diserang Busur hingga Patah Tangan
-
Cek Fakta: Benarkah E-Tilang Mulai Berlaku di Makassar? Polisi Buka Suara
-
BRI dan Syailendra Capital Bahas Peluang Investasi Syariah di Sharia Wealth Forum 2026
-
Dibekingi Siapa? 3 Ton Sianida Asal Filipina Masuk Gorontalo