- Menteri Haji dan Umrah RI menyoroti tingginya angka kematian jemaah asal Sulawesi Selatan pada musim haji tahun 2026.
- Pemerintah mewajibkan peningkatan standar pembinaan kesehatan calon jemaah secara menyeluruh sejak jauh hari sebelum keberangkatan musim depan.
- Menteri menekankan pentingnya manasik kesehatan bagi jemaah lansia, perempuan, dan berkebutuhan khusus agar ibadah berjalan dengan optimal.
Menurut Irfan, ketiga kelompok tersebut menjadi fokus pelayanan selama penyelenggaraan haji 2026.
Di sisi lain, pemerintah masih berharap jumlah jemaah yang wafat tidak bertambah hingga seluruh proses pemulangan selesai. Sebab hingga saat ini masih tersisa sekitar dua pekan masa pemulangan jemaah dari Arab Saudi ke Indonesia.
"Terakhir pemulangan tanggal 30 Juni sampai 1 Juli. Artinya masih ada hampir dua minggu lagi. Mudah-mudahan tidak ada lagi penambahan jemaah yang meninggal sehingga cukup di angka itu saja," katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Irfan juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh petugas penyelenggara ibadah haji Indonesia (PPIH) yang telah bekerja selama musim haji berlangsung.
Secara khusus, ia memberikan penghormatan kepada tenaga kesehatan asal Embarkasi Makassar, dokter Dutri Sekianibyang wafat saat menjalankan tugas di Arab Saudi.
Menurutnya, dedikasi almarhum menjadi bentuk pengabdian luar biasa dalam melayani para tamu Allah.
"Kami memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh petugas haji. Khusus petugas kesehatan dari Kloter Embarkasi Sulawesi Selatan, dokter Dutri Sekiani yang wafat di sana. Kami angkat jempol untuk beliau, mudah-mudahan wafat sebagai syahid," ujarnya.
Meski operasional haji 2026 belum sepenuhnya berakhir, Kementerian Haji dan Umrah sudah mulai menyusun persiapan untuk penyelenggaraan haji 2027.
Irfan mengatakan komunikasi yang semakin baik antara Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Arab Saudi menjadi salah satu faktor penting yang mendukung kelancaran penyelenggaraan haji tahun ini.
Baca Juga: Dugaan Korupsi Proyek Perpustakaan Rp13 Miliar, Kejati Sulsel Periksa Mantan Kadisdik dan Kasek
Karena itu, ia meminta seluruh daerah, termasuk Sulawesi Selatan tidak menunggu musim haji berikutnya semakin dekat untuk melakukan persiapan.
"Walaupun haji 2026 belum selesai pulang, persiapan haji 2027 harus mulai sekarang. Itu salah satu kunci keberhasilan kita tahun ini," sebutnya.
Kontributor : Lorensia Clara Tambing
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Soal TNI-Komcad Dikerahkan di Demo Mahasiswa, Ini Reaksi Komisi I DPR
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
- Motor Mirip Harley-Davidson Harga Rasa Matic: Mending Morbidelli C252V atau QJ Motor SRV250?
Pilihan
-
Aksi di DPR Memanas! Peserta Demo Cipayung Menggugat Ngaku Dianiaya Polisi usai Ditangkap
-
Wasit Liga Indonesia 'Berulah', FIFA Investigasi Kemenangan Timnas Jerman vs Curacao
-
Mahasiswa Gelar Demo di DPR, Tagih Janji 19 Juta Lapangan Kerja dan Desak Hentikan MBG
-
Mau Aksi di Patung Kuda, Mahasiswa UBK Sempat Dihadang di Tugu Tani
-
Anggaran Kunjungan Luar Negeri Prabowo Tembus Rp1,1 T! Lebih Besar dari TKD Satu Kabupaten di NTB
Terkini
-
Pemprov Papua Salurkan Bantuan Darurat untuk Warga Korban Bom Perang Dunia II
-
Kronologi Pasien Tikam Pasien di RSUP Wahidin: Pelaku Mondar-mandir Sebelum Beraksi
-
Perusahaan Jamin Keamanan PLTSa Makassar, Ajak Warga Tamalanrea Studi Banding ke China
-
Angka Kematian Jemaah Haji Sulsel Tinggi, Gus Irfan: Ada yang Harus Dibenahi!
-
Dugaan Korupsi Proyek Perpustakaan Rp13 Miliar, Kejati Sulsel Periksa Mantan Kadisdik dan Kasek