- Menteri Haji dan Umrah RI menyoroti tingginya angka kematian jemaah asal Sulawesi Selatan pada musim haji tahun 2026.
- Pemerintah mewajibkan peningkatan standar pembinaan kesehatan calon jemaah secara menyeluruh sejak jauh hari sebelum keberangkatan musim depan.
- Menteri menekankan pentingnya manasik kesehatan bagi jemaah lansia, perempuan, dan berkebutuhan khusus agar ibadah berjalan dengan optimal.
SuaraSulsel.id - Di tengah membaiknya penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026, Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia masih menaruh perhatian serius terhadap tingginya angka kematian jemaah asal Sulawesi Selatan di Tanah Suci.
Menteri Haji dan Umrah RI, Mochamad Irfan Yusuf mengungkapkan hingga pertengahan masa pemulangan jemaah, angka kematian jemaah haji asal Sulsel cukup tinggi.
Data sementara, tercatat sekitar 16 jemaah asal Sulawesi Selatan meninggal dunia saat menjalankan ibadah haji di Arab Saudi.
Jumlah tersebut menjadi sorotan karena tidak menunjukkan penurunan signifikan dibanding tahun sebelumnya. Padahal, di sejumlah provinsi lain angka kematian jemaah justru mengalami penurunan cukup drastis.
"Sulsel ini jemaah yang meninggal relatif besar, hampir sama dengan tahun lalu. Sementara provinsi lain turun drastis. Artinya apa? Artinya kita harus berbenah di bidang kesehatan, khususnya Sulawesi Selatan," kata Irfan Yusuf di Asrama Haji Sudiang Makassar, Minggu, 14 Juni 2026.
Secara nasional, jumlah jemaah haji Indonesia yang wafat hingga saat ini tercatat sekitar 290 orang. Angka tersebut masih lebih rendah dibandingkan musim haji tahun lalu.
Meski demikian, pemerintah belum ingin berpuas diri.
Menurut Irfan, capaian tersebut tidak bisa dijadikan alasan untuk berbangga karena masih ada pekerjaan rumah yang harus diselesaikan, terutama dalam upaya melindungi keselamatan dan kesehatan jemaah selama menjalankan rangkaian ibadah yang menguras tenaga.
"Penyelenggaraan haji tahun ini relatif lebih baik dari sebelumnya. Tapi tentu kita tidak bisa berbangga dengan itu karena setiap tahun harus ada perbaikan," ujarnya.
Baca Juga: Dugaan Korupsi Proyek Perpustakaan Rp13 Miliar, Kejati Sulsel Periksa Mantan Kadisdik dan Kasek
Menteri yang akrab disapa Gus Irfan itu menegaskan salah satu fokus utama pada musim haji mendatang adalah peningkatan standar kesehatan jemaah sejak jauh hari sebelum keberangkatan.
Ia menilai pembinaan kesehatan tidak boleh hanya dilakukan menjelang keberangkatan, tetapi harus menjadi bagian penting dari seluruh proses persiapan haji.
Karena itu, ia meminta Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Sulawesi Selatan mulai menyiapkan calon jemaah haji tahun 2027 dari sekarang.
Tidak hanya manasik ibadah, calon jemaah juga perlu mendapatkan manasik kesehatan agar memahami kondisi fisik yang dibutuhkan selama berada di Tanah Suci.
"Tahun depan bukan memperketat, tetapi menjalankan standar kesehatan sesuai aturan yang sebenarnya. Saya minta Pak Kanwil menyiapkan jemaah mulai sekarang. Manasik hajinya, termasuk manasik kesehatan. Bukan hanya ibadah, tetapi kesehatan juga diperlukan supaya jemaah bisa menjalankan ibadah dengan baik, nyaman, dan sehat," jelasnya.
Perhatian terhadap aspek kesehatan dinilai semakin penting mengingat mayoritas jemaah Indonesia berasal dari kelompok usia lanjut. Selain lansia, pemerintah tahun ini juga memberikan perhatian khusus kepada jemaah perempuan serta jemaah berkebutuhan khusus.
Berita Terkait
Terpopuler
- Banyak UMKM Mundur dari Rans Carnival Jogja, Warganet Pasang Badan Bantu Larisin
- Tak Ingin Sakiti Hati Warga Jogja, OM Wawes Pilih Batal Manggung di RANS Carnival
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- Konser Andrea Bocelli di Borobudur Tetap Digelar, KIBBM Siapkan Tablig Akbar Penolakan
- Kenapa Deretan Musisi Mundur dari Rans Carnival Jogja? Ini Kronologinya
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Kejahatan Kosmetik di Sulawesi Utara Tertinggi Kedua Nasional
-
10 Pelaku UMKM Difabel di Palu Terima Bantuan Modal Usaha
-
Berapa Harga Jual Maksimal Beras SPHP ? Bulog Awasi Pengoplosan di Kendari
-
Harga Cabai Merah Besar di Jayapura Tembus Rp120 Ribu per Kilogram
-
Gubernur Sulsel Resmikan Jalan Paleteang - Malimpung - Kabere, Akses 800 Ribu Warga Makin Lancar