- Balkis Mukarramah asal Bantaeng menderita gangguan kerongkongan sejak usia tujuh tahun yang membuatnya kesulitan menelan makanan secara normal.
- Gubernur Sulawesi Selatan menginstruksikan tim UPZ memberikan bantuan finansial untuk biaya pengobatan dan obat yang tidak ditanggung BPJS.
- Tim UPZ menyerahkan bantuan tersebut di RS Dr Wahidin Sudirohusodo Makassar untuk mendukung perawatan intensif pasien yang sedang berlangsung.
SuaraSulsel.id - Pada usia 15 tahun, Balkis Mukarramah Arabia asal Kabupaten Bantaeng harus menjalani perjuangan berat melawan penyakit yang membuatnya tidak bisa menelan makanan dan minuman secara normal.
Sejak usia tujuh tahun, Balkis mengalami gangguan pada kerongkongan. Meski telah menjalani operasi, kondisinya justru semakin memburuk hingga kini hanya bisa memperoleh asupan nutrisi melalui selang. Selain itu, ia juga membutuhkan obat-obatan yang tidak ditanggung BPJS.
Mengetahui kondisi yang dialami remaja tersebut, Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman langsung mengarahkan Tim Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Pemprov Sulsel untuk memberikan bantuan bagi kebutuhan pengobatan Balkis, khususnya biaya dan obat-obatan yang tidak tercover BPJS.
Atas arahan tersebut, Tim UPZ Pemprov Sulsel, Rusdi mendatangi Rumah Sakit Dr Wahidin Sudirohusodo Kota Makassar untuk menyerahkan bantuan secara langsung kepada keluarga Balkis. Bantuan tersebut diterima oleh sang ibu, Hartini.
“Atas arahan Bapak Gubernur Andi Sudirman Sulaiman, UPZ Pemprov Sulsel hadir membantu meringankan beban keluarga Balkis, khususnya untuk kebutuhan pengobatan yang tidak tercover BPJS. Semoga bantuan ini dapat membantu proses perawatan dan kesembuhan ananda Balkis,” ujar Rusdi, Senin (15/6/2026).
Balkis diketahui mengalami gangguan pada kerongkongan yang membuatnya kesulitan menelan sejak usia tujuh tahun. Setiap kali ingin minum, ia harus berdiri dan mencari posisi tertentu agar dapat menelan dengan bantuan udara yang masuk ke tenggorokannya.
Ayah Balkis bekerja sebagai petani dengan penghasilan yang tidak menentu. Bahkan, kedua kakaknya terpaksa menghentikan kuliah untuk membantu keluarga dan mendampingi proses pengobatan Balkis.
Sebelumnya, Balkis juga sempat menjalani perawatan di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta. Namun karena keterbatasan biaya hidup dan kebutuhan keluarga yang mendampingi selama perawatan, keluarga memutuskan untuk kembali ke Sulawesi Selatan. Saat ini, Balkis menjalani perawatan intensif di RS Wahidin Makassar.
Baca Juga: Andi Sudirman Percepat Rehabilitasi, 4.000 Hektare Lahan Pertanian Sinjai Segera Dapat Air
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- Djarum Digeledah KPK, Publik Ramai Kaitkan dengan Isu Haji Isam dan DBS
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- Cara Cek KTP Kita Terdaftar di Pinjol Apa Saja?
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Kejahatan Kosmetik di Sulawesi Utara Tertinggi Kedua Nasional
-
10 Pelaku UMKM Difabel di Palu Terima Bantuan Modal Usaha
-
Berapa Harga Jual Maksimal Beras SPHP ? Bulog Awasi Pengoplosan di Kendari
-
Harga Cabai Merah Besar di Jayapura Tembus Rp120 Ribu per Kilogram
-
Gubernur Sulsel Resmikan Jalan Paleteang - Malimpung - Kabere, Akses 800 Ribu Warga Makin Lancar