Muhammad Yunus
Senin, 15 Juni 2026 | 12:37 WIB
Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, melakukan Ground Breaking Rehabilitasi Daerah Irigasi (DI) Apparang Hulu di Desa Biji Nangka, Kecamatan Sinjai Borong, Kabupaten Sinjai, Minggu (14/6/2026) [SuaraSulsel.id/Humas Pemprov Sulsel]
Baca 10 detik
  • Gubernur Sulawesi Selatan meresmikan rehabilitasi Daerah Irigasi Apparang Hulu di Kabupaten Sinjai pada Minggu, 14 Juni 2026.
  • Proyek infrastruktur senilai Rp14 miliar ini bertujuan memperbaiki jaringan irigasi rusak untuk mendukung kebutuhan lahan pertanian masyarakat.
  • Rehabilitasi jaringan irigasi diharapkan meningkatkan produktivitas hasil panen serta memperkuat ketahanan pangan daerah secara berkelanjutan.

SuaraSulsel.id - Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, melakukan Ground Breaking Rehabilitasi Daerah Irigasi (DI) Apparang Hulu di Desa Biji Nangka, Kecamatan Sinjai Borong, Kabupaten Sinjai, Minggu (14/6/2026).

Kegiatan tersebut turut dihadiri Bupati Sinjai, Ratnawati Arif, bersama unsur Forkopimda Kabupaten Sinjai dan para tamu undangan.

Dalam kesempatan itu, Andi Sudirman menyampaikan bahwa pekerjaan rehabilitasi DI Apparang Hulu merupakan bagian dari Paket 1 Multi Years Project (MYP) rehabilitasi jaringan irigasi yang mencakup Kabupaten Maros, Gowa, Bulukumba, dan Sinjai dengan total anggaran sekitar Rp93 miliar.

Ia menjelaskan, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan terus mempercepat pembangunan infrastruktur sumber daya air melalui skema Multi Years Project.

Sebelumnya, Pemprov Sulsel telah memulai Paket 4 MYP di Kabupaten Luwu Utara yang mencakup wilayah Regional Luwu dan Toraja, serta Paket 2 MYP di Kabupaten Bone dan Soppeng yang meliputi Kabupaten Bone, Soppeng, dan Wajo.

“Khusus Kabupaten Sinjai, kami mengalokasikan anggaran sekitar Rp14 miliar untuk rehabilitasi tiga daerah irigasi, yakni DI Apparang Hulu, DI Apparang Satu, dan DI Kalamisi,” ujar Andi Sudirman.

Menurutnya, lebih dari 4.000 hektare lahan pertanian bergantung pada jaringan irigasi di kawasan tersebut. Namun, kondisi jaringan irigasi saat ini diperkirakan mengalami kerusakan hingga sekitar 60 persen sehingga membutuhkan penanganan segera.

“Rehabilitasi ini menjadi langkah penting untuk mengembalikan fungsi jaringan irigasi agar mampu mendukung kebutuhan air bagi lahan pertanian serta meningkatkan produktivitas hasil pertanian masyarakat,” jelasnya.

Andi Sudirman berharap pekerjaan rehabilitasi dapat diselesaikan tepat waktu sehingga manfaatnya segera dirasakan oleh para petani.

Baca Juga: Tiga Tahun Daeng Sangkala Lumpuh di Gubuk Sederhana

Selain meningkatkan produktivitas pertanian, proyek ini juga diharapkan mampu memperkuat ketahanan pangan daerah serta mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat Sulawesi Selatan.

“Semoga rehabilitasi ini berjalan lancar dan selesai sesuai target sehingga dapat memberikan manfaat nyata bagi petani, mendukung ketahanan pangan, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tutupnya.

Load More