- Pihak Kecamatan Mamajang membongkar tenda warung Pallubasa Serigala di Makassar karena menguasai trotoar publik selama 30 tahun.
- Penertiban dilakukan pada 12 Juni 2026 karena bangunan permanen tersebut menutupi drainase serta diduga mencemari lingkungan sekitar.
- Pemerintah Kota Makassar dibantu Dinas PU menertibkan lahan tersebut agar dapat difungsikan kembali sebagai fasilitas umum masyarakat.
SuaraSulsel.id - Tenda warung makan Pallubasa Serigala akhirnya dibongkar usai mendapat teguran keras dari pihak kecamatan.
Lantaran menguasai lahan fasilitas umum seperti trotoar selama 30 tahun, di Jalan Serigala, Kecamatan Mamajang, Makassar, Sulawesi Selatan.
"Alhamdulillah, sudah dibongkar sendiri oleh pemilik warung tadi malam dengan pengawasan kami," kata Camat Mamajang Muhammad Rizal saat dikonfirmasi wartawan di Makassar, Jumat (12/6).
Lokasi yang ditempati warung kuliner khas Makassar legendaris tersebut dikuasai sejak tahun 1987 berada di pinggir jalan dan menutupi drainase. Penertiban secara keseluruhan baru dapat dilaksanakan pada 12 Juni 2026.
"Tadi masih ada sisa-sisa cor beton (tutupan drainase) yang belum dibongkar. Jadi sudah kita lakukan pembongkaran karena ditutup permanen," ungkap Rizal.
Pembongkaran tenda warung Pallubasa itu dibantu tim Dinas Pekerjaan Umum (PU) Pemerintah Kota Makassar untuk mensterilkan lahan negara untuk digunakan publik.
Pihaknya membenarkan warung tenda terletak di pinggir jalan sudah dikuasai 30 tahun, sebelum membeli rumah toko (ruko) di seberang jalan. Warung ini digunakan berjualan pada tahun 1980-an
"Sudah lama sekali (dipakai), memang pertama bukanya di situ, sekitar 30 tahun lalu. Makanya saya bingung kenapa setelah sudah ada tempatnya, warung tenda itu masih berdiri. Saya kurang tahu kenapa bisa dipertahankan. Yang jelas hari ini, kami harus melakukan penertiban," tuturnya menegaskan.
Persoalan lainnya adalah pengelolaan limbah pada usaha tersebut. Hasil pengecekan menunjukkan dugaan pembuangan sisa minyak bekas dan sisa produksi ke dalam drainase.
Baca Juga: MBG Hilang dari Sejumlah Sekolah di Kota Makassar
Pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup langkah apa ditempuh untuk persoalan tersebut.
Sebelumnya, pihak kecamatan menyurati pemilik warung Pallubasa Serigala yakni H Al Qadri Haerudin segera membongkarnya sendiri, atau dibongkar paksa.
Namun pemiliknya malah mengatur waktu untuk dibongkar sendiri nanti pada 18 Juni 2026.
Padahal, sesuai aturan sebelum eksekusi pembongkaran dilaksanakan, pihak pemerintah kecamatan memberikan teguran lisan, disusul teguran tertulis bila dilanggar maka dibongkar paksa.
Rencananya, warung ini akan dieksekusi setelah tenda warung Pallubasa Onta berada di pinggir Jalan Raya Onta digusur.
Namun belakangan, video penertibannya viral di media sosial, sehingga netizen menyoroti warung Pallabasa Serigala turut dibongkar.
Warung Pallubasa Onta tersebut juga menggunakan fasum selama puluhan tahun di pinggir jalan setempat dan menutupi drainase.
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Sekda Sulsel Dorong OPD Perkuat Pelayanan Publik Jelang Penilaian Ombudsman 2026
-
Ratusan Petani Luwu Timur Turun Gunung Tolak Penggusuran Kawasan Industri
-
Rebutan Solar Berdarah di SPBU Makassar, Kenapa Pertamina Selalu Bilang Stok Aman?
-
Pemuda Sinjai Merantau Demi Biayai Adik, Tewas Dikeroyok Massa
-
Dugaan Asusila Guru SD di Patimpeng Bone Disorot, SEMMI: Tolak Damai !