- Pemerintah Kota Makassar merelokasi pedagang kelapa muda dari kawasan Benteng Fort Rotterdam ke Pasar Kampung Baru.
- Langkah ini bertujuan mengembalikan fungsi fasilitas umum seperti trotoar dan drainase agar kawasan wisata lebih tertata.
- Perumda Pasar menyiapkan 20 los baru untuk menjamin keberlangsungan usaha pedagang di lokasi yang lebih representatif.
SuaraSulsel.id - Di bawah rindangnya pohon dan ramainya lalu lalang wisatawan di kawasan Benteng Fort Rotterdam, para pedagang kelapa muda telah lama menjadi bagian dari denyut kehidupan Kota Makassar.
Sebagian bahkan telah berjualan di lokasi tersebut selama puluhan tahun dan menggantungkan penghasilan keluarga dari usaha sederhana itu.
Namun, seiring perkembangan kota dan meningkatnya kebutuhan akan ruang publik yang tertata, kawasan bersejarah tersebut kini menghadapi tantangan baru.
Trotoar yang semestinya menjadi hak pejalan kaki mulai dipenuhi lapak usaha, sementara sejumlah aktivitas perdagangan memanfaatkan area di atas saluran drainase.
Kondisi ini menjadi salah satu alasan Pemerintah Kota Makassar melakukan penataan kawasan dan merelokasi pedagang kelapa muda ke lokasi yang telah disiapkan.
Penataan tersebut bukan semata-mata soal memindahkan pedagang. Pemerintah menilai kawasan Benteng Rotterdam merupakan salah satu ikon wisata sejarah Makassar yang perlu ditata agar lebih nyaman, aman, dan representatif bagi masyarakat maupun wisatawan.
Direktur Operasional Perumda Pasar Makassar Raya, Rusli Patara, menjelaskan bahwa relokasi dilakukan untuk mengembalikan fungsi fasilitas umum seperti trotoar dan drainase yang selama ini digunakan sebagai lokasi berjualan.
"Relokasi bukan untuk mematikan usaha mereka. Justru kami ingin memberikan tempat berjualan yang lebih tertib, aman, dan memiliki kepastian hukum," ujarnya usai sosialisasi relokasi kepada para pedagang, Kamis (11/6/2026).
Pemerintah juga memastikan para pedagang tidak kehilangan mata pencaharian. Sebagai solusi, sebanyak 20 los telah disiapkan di kawasan Pasar Kampung Baru untuk menampung 18 pedagang kelapa muda yang terdampak penataan.
Baca Juga: Ratusan Personil Turun Tertibkan Pasar Tumpah yang Sudah Beroperasi 20 Tahun di Makassar
Lokasi baru tersebut dipilih karena masih berada di pusat kota dan hanya berjarak sekitar 300 meter dari tempat berjualan mereka saat ini.
Selain itu, area tersebut berada di tepi jalan yang ramai dilalui masyarakat sehingga dinilai tetap memiliki potensi ekonomi yang baik.
Tidak hanya menyediakan tempat berjualan, Perumda Pasar juga menyiapkan berbagai fasilitas pendukung, mulai dari tenda kerucut hingga tempat penyimpanan kelapa berbahan besi yang dirancang lebih rapi dan tidak mengganggu estetika kota.
Menurut Rusli, langkah ini merupakan bagian dari upaya jangka panjang untuk membangun kawasan kuliner yang lebih tertata.
Ke depan, Pasar Kampung Baru direncanakan berkembang menjadi sentra kuliner baru yang menampung berbagai pedagang kaki lima dari sejumlah titik strategis di Makassar.
"Kami ingin menjadikan Pasar Kampung Baru sebagai pusat kuliner baru. Jadi bukan hanya pedagang kelapa muda, tetapi juga pedagang kuliner lainnya yang nantinya direlokasi dari beberapa kawasan kota," katanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kajian UGM: Durasi Pidato Prabowo Naik Tiga Kali Lipat, Ucapan Tidak Pantas Tercatat 311 Kali
- 3 Sepatu Puma Tanpa Tali yang Nyaman Buat Jalan, Bergaya hingga Lari
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- 5 HP OPPO Terbaru di Indonesia, dari Midrange Tangguh hingga Flagship Superior
- Buntut Panjang RI Pangkas Ekspor Gas, Bahlil Kini Ketakutan Impor Pertalite Distop Singapura
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Polisi Hutan Tewas Tertimpa Pohon Saat Padamkan Karhutla Toraja Utara
-
Mobil Listrik Harga Rp100 Jutaan Ada di GIIAS Makassar
-
Gubernur Sulsel: Sekolah Rakyat Buka Jalan Menuju Generasi Emas 2045
-
Mahasiswa Sebut Rezim Prabowo-Gibran sebagai Bencana Nasional
-
Usai Dilantik Jadi Bupati Gowa, Darmawangsyah Muin Langsung Dihadapkan PR Besar