- Harapan Setiawan alias Wawan tewas setelah dikeroyok massa di Desa Bahomakmur, Morowali, pada Minggu, 26 Juli 2026.
- Pria asal Sinjai tersebut dikeroyok massa karena diduga melakukan percobaan pencurian sepeda motor di depan minimarket.
- Kepolisian Resor Morowali saat ini sedang menyelidiki kasus pengeroyokan tersebut dengan memeriksa saksi dan rekaman video.
SuaraSulsel.id - Harapan Setiawan alias Wawan (33) untuk memperbaiki kehidupan keluarga berakhir tragis.
Pria asal Desa Kompang, Kecamatan Sinjai Tengah, Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan itu meninggal dunia setelah diduga menjadi korban pengeroyokan massa di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah.
Kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan warga kampung halamannya di Desa Kompang, Kecamatan Sinjai Tengah.
Di mata mereka, Wawan dikenal sebagai sosok pekerja keras yang merantau demi menghidupi keluarga setelah kedua orang tuanya meninggal dunia.
Sabtu, 25 Juli 2026 sekitar pukul 23.00 wita menjadi hari yang mengubah segalanya.
Wawan diduga terlibat dalam percobaan pencurian sepeda motor di kawasan Desa Bahomakmur, Kecamatan Bahodopi, Morowali.
Dugaan tersebut memicu kemarahan warga hingga berujung aksi main hakim sendiri.
Meski sempat dilarikan ke fasilitas kesehatan, nyawanya tak berhasil diselamatkan. Wawan dinyatakan meninggal dunia pada Minggu 26 Juli 2026 malam.
Jenazahnya kemudian dipulangkan ke kampung halaman dan dimakamkan di Sinjai pada Senin 27 Juli 2026 pagi.
Baca Juga: Dituduh Curi Motor, Pria Asal Sinjai Tewas Dikeroyok Massa di Indomaret
Kepala Desa Kompang, Ansar mengatakan kabar meninggalnya Wawan mengejutkan warga. Selama tinggal di desa, Wawan dikenal sebagai pribadi yang santun dan tidak pernah tersangkut persoalan hukum.
"Dia tulang punggung keluarga. Anak baik. Tidak ada yang berpikir akan pergi (meninggal) dengan cara begitu," ujar Ansar.
Setiawan merupakan anak kedua dari lima bersaudara.
Sejak ibunya meninggal pada 2011 dan ayahnya menyusul wafat pada Januari 2026, ia mengambil peran sebagai penopang ekonomi keluarga.
Kata Ansar, Wawan memilih merantau ke Morowali untuk bekerja demi membantu membiayai kebutuhan hidup adik-adiknya.
Selama mengenalnya, Ansar mengaku tidak pernah mendengar Wawan memiliki catatan kriminal ataupun berurusan dengan aparat penegak hukum.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- 5 Lipstik Wardah yang Tahan Lama Saat Hujan dan Tidak Mudah Luntur Saat Makan
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Ikan Melimpah Kini Jadi Sumber Cuan, Nelayan Kampung Saharey Raup Rp800 Ribu per Hari
-
Begini Cara Mobil Listrik Melejit Ingin Kuasai Pasar Indonesia
-
Kejari Stop Dugaan Jual Beli Jabatan Kepsek Rp50 Juta di Makassar, Kenapa?
-
Gubernur Sulsel Jamin Pendidikan Anak Polisi Hutan yang Tewas saat Padamkan Karhutla Toraja Utara
-
Ikan Nila Disebut Jadi Ancaman Nyata Bagi Populasi Sidat Legendaris di Danau Poso