Muhammad Yunus
Jum'at, 05 Juni 2026 | 16:32 WIB
Prof. Veny dalam diskusi publik bertajuk SPPG Unhas: Laboratorium MBG untuk Gizi Bangsa di Makassar, Kamis (4/6) [SuaraSulsel.id/Istimewa]
Baca 10 detik
  • Universitas Hasanuddin menghadirkan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi sebagai laboratorium hidup untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis nasional.
  • Kolaborasi lintas fakultas di Unhas mengintegrasikan riset, pendidikan, dan penyediaan bahan pangan berkualitas dari hulu hingga ke hilir.
  • Program yang telah beroperasi selama dua bulan ini bertujuan memberikan layanan gizi terintegrasi serta edukasi bagi masyarakat.

Menurutnya, kampus tidak hanya memproduksi makanan bergizi, tetapi juga membangun sistem dari hulu hingga hilir.

Fakultas Peternakan, misalnya, berperan dalam menyiapkan pasokan telur dan daging berkualitas tinggi melalui perbaikan manajemen pakan ternak.

"Kami mendesain ekosistemnya sejak dari peternakan. Kualitas pakan ditingkatkan agar telur dan daging yang dihasilkan memiliki mutu yang lebih baik untuk mendukung program MBG," jelasnya.

Ia menambahkan, Rektor Unhas Prof. Jamaluddin Jompa mendorong setiap fakultas berkontribusi sesuai bidang keahliannya.

Fakultas Teknik, misalnya, diminta merancang kendaraan distribusi makanan yang lebih efisien serta mengembangkan wadah makan produksi dalam negeri.

Dengan pendekatan tersebut, dapur MBG di Unhas tidak hanya menjadi pusat penyediaan makanan bergizi, tetapi juga wadah inovasi yang melibatkan berbagai disiplin ilmu untuk mendukung peningkatan kualitas gizi masyarakat.

Load More