- Surat viral dari Bupati Gowa kepada Gubernur Sulsel meminta mediasi hubungan dengan DPRD.
- Sekprov Sulsel meragukan keaslian surat tersebut karena tidak menggunakan stempel dan format tidak lazim.
- DPRD Gowa bingung dengan substansi surat karena tidak melampirkan dokumen serta mangkir dari klarifikasi.
SuaraSulsel.id - Surat yang diklaim berasal dari Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang dan ditujukan kepada Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman mendadak viral di media sosial.
Surat tersebut berisi permohonan agar Pemerintah Provinsi Sulsel memfasilitasi dan memediasi hubungan antara Pemerintah Kabupaten Gowa dan DPRD Gowa yang belakangan memanas.
Namun, keaslian surat itu langsung memunculkan tanda tanya.
Selain tidak dibubuhi stempel basah, format penomoran surat juga dinilai tidak lazim karena tidak mencantumkan bulan dan tahun sebagaimana surat resmi pemerintahan pada umumnya.
Dalam dokumen yang beredar, surat bernomor 100.1.4.4/1022/Bagian Umum itu berisi permintaan kepada Gubernur Sulsel agar memediasi hubungan antara pemerintah daerah dan DPRD Gowa terkait kondisi yang terjadi saat ini.
Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Provinsi Sulawesi Selatan, Jufri Rahman mengaku belum pernah menerima ataupun melihat langsung surat tersebut. Ia bahkan meragukan status surat yang beredar karena tidak memenuhi unsur administrasi surat resmi.
"Belum pernah saya lihat suratnya, dan sepertinya bukan surat resmi karena tidak pakai stempel. Surat resmi harus ada stempelnya," kata Jufri saat dikonfirmasi, Rabu, 22 Juli 2026.
Karena surat itu hanya beredar di media sosial dan belum diterima secara resmi oleh Pemerintah Provinsi Sulsel, Jufri memilih tidak berspekulasi lebih jauh mengenai isi maupun maksud surat tersebut.
"Saya tidak ingin berkomentar lebih jauh karena surat itu beredarnya di media sosial, bukan berada di tangan kami atau di Pemprov," ujarnya.
Baca Juga: Pengacara: Bupati Gowa Walk Out Karena Hak Tidak Dipenuhi
Pernyataan berbeda disampaikan Wakil Ketua I DPRD Gowa, Hasrul Abdul Rajab.
Ia mengaku telah melakukan pengecekan dan menyebut surat tersebut memang telah diterima sebagai tembusan oleh DPRD Gowa.
Hasrul bahkan mengaku telah mengonfirmasi keberadaan surat itu ke Biro Umum Pemerintah Provinsi Sulsel.
"Saya coba mengecek ke Sekretariat Provinsi Sulsel melalui Biro Umum, benar surat itu masuk. Saya juga cek ke Setwan DPRD Gowa, ya surat tembusannya juga masuk," katanya.
Meski demikian, Hasrul menemukan kejanggalan lain. Menurutnya, baik surat yang diterima DPRD Gowa maupun yang masuk ke Pemprov tidak disertai lampiran sebagaimana disebutkan dalam isi surat.
"Cuma setelah saya baca, tidak ada lampiran surat. Begitu juga surat yang masuk di Pemprov, juga tidak ada lampirannya. Saya cuma lihat ada permintaan mediasi sesuai permohonan surat tersebut," ujarnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- Djarum Digeledah KPK, Publik Ramai Kaitkan dengan Isu Haji Isam dan DBS
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 Shio Paling Beruntung 29 Oktober 2026: Bisnis Lancar dan Finansial Aman
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Kejahatan Kosmetik di Sulawesi Utara Tertinggi Kedua Nasional
-
10 Pelaku UMKM Difabel di Palu Terima Bantuan Modal Usaha
-
Berapa Harga Jual Maksimal Beras SPHP ? Bulog Awasi Pengoplosan di Kendari
-
Harga Cabai Merah Besar di Jayapura Tembus Rp120 Ribu per Kilogram
-
Gubernur Sulsel Resmikan Jalan Paleteang - Malimpung - Kabere, Akses 800 Ribu Warga Makin Lancar