- Seorang pengemudi mobil nekat menerobos sistem buka-tutup di Jalan Aroepala, Makassar pada Rabu, 3 Juni 2026.
- Tindakan tersebut dilakukan meski petugas telah menjelaskan bahwa area sedang dalam proses pekerjaan peningkatan jalan.
- Penerobosan tersebut berisiko merusak struktur beton yang belum matang dan menurunkan kualitas konstruksi jalan secara keseluruhan.
SuaraSulsel.id - Kesabaran menjadi ujian tersendiri bagi para pengguna jalan yang melintas di kawasan Jalan Aroepala, Makassar.
Di tengah kemacetan akibat pekerjaan peningkatan jalan yang sedang berlangsung, seorang pengendara mobil justru menjadi sorotan setelah nekat menerobos sistem buka-tutup arus lalu lintas yang diberlakukan petugas.
Peristiwa itu terjadi di ruas Jalan Hertasning-Tun Abdul Razak, tepatnya di sekitar proyek perbaikan Jalan Aroepala, Rabu, 3 Juni 2026.
Dalam video yang beredar di media sosial, terlihat sebuah mobil Pajero Sport berwarna hitam dengan pelat nomor B 4 ZEN membunyikan sirene saat berada di tengah antrean kendaraan.
Mobil tersebut kemudian berupaya melintas melewati jalur yang saat itu sedang ditutup petugas.
Pengemudi kendaraan diketahui seorang perempuan berjilbab yang membawa seorang anak kecil di dalam mobil.
Saat ditegur petugas Dinas Perhubungan yang berjaga di lokasi, pengemudi itu tetap bersikeras untuk melintas.
Petugas telah berupaya memberikan penjelasan bahwa sistem buka-tutup diberlakukan demi keselamatan pengguna jalan.
Sekaligus mendukung proses pekerjaan konstruksi yang sedang berlangsung. Namun pengemudi disebut tetap meminta diberikan prioritas dan mengaku sebagai aparat.
Baca Juga: Begal Serang Dokter Asal Makassar Pakai Setrum Jadi Tersangka
Aksi tersebut terjadi saat petugas tengah mengatur arus kendaraan di sekitar Jembatan Al-Azhar.
Sistem buka-tutup diterapkan untuk mengurai kepadatan lalu lintas yang meningkat akibat pekerjaan pengecoran jalan dari Makassar menuju Kabupaten Gowa.
Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) Sulawesi Selatan, Andi Ihsan menyayangkan masih adanya pengguna jalan yang tidak mematuhi pembatasan lalu lintas di area proyek.
Menurutnya, pekerjaan yang sedang berlangsung bertujuan memperbaiki salah satu ruas jalan yang selama ini banyak dikeluhkan masyarakat karena kondisinya yang rusak.
"Kami sangat menyayangkan jika masih ada pengendara yang tidak sabar. Padahal pemerintah sedang berupaya maksimal membenahi jalan yang selama ini menjadi perhatian masyarakat. Proses pekerjaan tentu membutuhkan dukungan semua pihak," kata Ihsan.
Ia menjelaskan, pekerjaan yang saat ini dilakukan belum memasuki tahap akhir pembangunan.
Ruas Jalan Aroepala masih berada pada tahap pemasangan Lean Concrete (LC), yakni lapisan beton dasar yang berfungsi sebagai pondasi sebelum dilakukan pengecoran beton utama.
Tahap ini dinilai sangat penting karena menjadi dasar kekuatan konstruksi jalan secara keseluruhan.
Meski memiliki kandungan semen lebih rendah dibanding beton struktural, lapisan Lean Concrete tetap harus mencapai tingkat kepadatan dan kekuatan tertentu agar mampu menopang lapisan beton rigid di atasnya.
Setelah pekerjaan LC rampung, proyek akan dilanjutkan dengan pengecoran rigid beton setebal 30 sentimeter.
Dengan demikian, total ketebalan konstruksi jalan nantinya mencapai 40 sentimeter.
Ihsan menegaskan bahwa kualitas beton tidak dapat dicapai secara instan. Beton membutuhkan waktu pengerasan sesuai standar teknis sebelum dapat menerima beban kendaraan secara optimal.
"Umur beton itu matang pada usia 28 hari sesuai ketentuan. Saat ini yang dikerjakan adalah Lean Concrete setebal 10 sentimeter, kemudian akan dilapisi rigid beton setebal 30 sentimeter. Jadi total ketebalan konstruksi jalan nantinya mencapai 40 sentimeter," ujarnya.
Karena itu, kendaraan yang melintas di atas beton yang belum mencapai umur pengerasan yang cukup berisiko mengurangi kualitas konstruksi jalan.
Kepala Bidang Preservasi Jalan Dinas BMBK Sulsel, Muhammad Rosyadi menambahkan tekanan dari kendaraan dapat menyebabkan lapisan beton yang belum mengeras sempurna mengalami kerusakan.
Dampaknya tidak hanya terlihat pada permukaan jalan, tetapi juga dapat memengaruhi kekuatan struktur secara keseluruhan.
"Beban kendaraan dapat menurunkan mutu kekuatan beton Lean Concrete. Permukaannya bisa rusak, bergelombang, dan pada akhirnya berpengaruh terhadap lapisan konstruksi beton yang akan dihampar di atasnya," kata Rosyadi.
Menurut dia, kerusakan pada tahap awal memang tidak selalu tampak secara kasat mata. Namun dalam jangka panjang, kondisi tersebut dapat memperpendek umur layanan jalan dan meningkatkan potensi kerusakan lebih cepat dibanding perencanaan awal.
Untuk mengantisipasi kejadian serupa terulang, Dinas BMBK Sulsel berencana memperketat pengamanan di sekitar lokasi proyek. Jumlah palang pembatas akan ditambah dan area pekerjaan akan ditutup lebih rapat.
Selain itu, papan larangan melintas dan rambu peringatan juga akan diperbanyak agar lebih mudah terlihat oleh pengguna jalan.
"Nanti palangnya akan kami tambah dan ditutup lebih rapat. Kami juga akan menambah papan larangan melintas di atas beton yang sementara dikerjakan," ujarnya.
Pemerintah berharap masyarakat dapat ikut mendukung proses pembangunan dengan mematuhi arahan petugas dan rambu yang telah dipasang di lapangan.
Rosyadi mengimbau warga memanfaatkan jalur alternatif selama pekerjaan berlangsung, terutama bagi pengguna jalan yang tidak memiliki keperluan mendesak di kawasan Jalan Aroepala.
"Kami mengimbau masyarakat untuk tidak melewati lapisan beton yang belum cukup umur agar kualitas jalan yang dibangun sesuai dengan kekuatan yang direncanakan. Silakan menggunakan rute alternatif, khususnya bagi yang tidak memiliki keperluan di Jalan Aroepala," katanya.
Kontributor : Lorensia Clara Tambing
Berita Terkait
Terpopuler
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
- 5 Motor yang Jadi Mimpi Buruk Mekanik, Montir Langsung Pura-Pura Sibuk
- realme C100i Jadi Andalan Anak Muda, Baterai Awet 6 Tahun dan Reverse Charging
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
- 5 HP dengan Kamera Telefoto Terbaik untuk Konten Media Sosial
Pilihan
-
Drama 'Penjemputan' Dadan Hindayana Cs, Ada yang Sempat Lari ke Jabar
-
4 Anggota TNI Penyiram Air Keras ke Andrie Yunus Dituntut 2,5 Tahun, Jaksa Sebut Aksi Balas Dendam
-
Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
-
Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
-
KPK Gelar OTT di Kantor Imigrasi Jakarta Barat, Jadi Operasi Ke-11 Sepanjang 2026
Terkini
-
Rp30 Miliar untuk BPJS Warga Kurang Mampu di Sulawesi Tenggara
-
Pengemudi Innova Nekat Terobos Jalan Baru Dicor Jadi Buronan Petugas Pajak
-
Pengendara Pajero Nekat Terobos Proyek Jalan Aroepala, Ngaku Aparat Saat Ditegur Petugas
-
Kembalikan Puluhan Ribu Anak ke Sekolah, Inovasi Andi Sudirman Jadi 'Blueprint' Nasional
-
Begal Serang Dokter Asal Makassar Pakai Setrum Jadi Tersangka