- Tim SAR gabungan menemukan satu jenazah korban tenggelamnya KM Nurul Salsa di perairan Pulau Pamulikang, Selasa (21/7).
- Jenazah tersebut dievakuasi oleh KN SAR Kamajaya 104 dan RIB KN Sar Pacitan untuk menjalani proses identifikasi resmi.
- Basarnas memperluas area pencarian hingga 2.924 mil laut persegi guna menemukan korban lain yang belum berhasil dievakuasi.
SuaraSulsel.id - Tim SAR Gabungan yang melaksanakan operasi pencarian korban tenggelamnya KM Nurul Salsa kembali menemukan satu jenazah yang diduga merupakan korban kecelakaan kapal tersebut pada hari ketujuh operasi pencarian, Selasa (21/7).
Jenazah ditemukan setelah nelayan di Pulau Pamulikang melaporkan adanya sesosok jenazah yang terapung di perairan sekitar pulau tersebut.
Informasi tersebut segera diteruskan kepada Posko SAR Gabungan di Pelabuhan Benteng, Kabupaten Kepulauan Selayar.
Menindaklanjuti laporan tersebut, KN SAR Kamajaya 104 dan RIB KN Sar Pacitan bergerak menuju lokasi untuk melakukan penjemputan dan mengevakuasi jenazah ke darat.
Selanjutnya, jenazah akan menjalani proses identifikasi oleh tim yang berwenang sebelum identitasnya diumumkan secara resmi.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kelas A Makassar, Muhammad Arif Anwar, yang saat ini berada di Posko SAR Benteng, Selayar, mengatakan setiap informasi dari masyarakat menjadi bagian penting dalam mendukung keberhasilan operasi pencarian.
"Pagi ini kami menerima laporan dari masyarakat nelayan di Pulau Pamulikang terkait penemuan satu jenazah yang diduga korban KM Nurul Salsa. Tim KN SAR Pacitan dan KN SAR Kamajaya langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan evakuasi. Dan selanjutnya akan dilakukan proses identifikasi sesuai prosedur di RS Bhayangkara Makassar. Kami belum dapat memastikan identitas korban sebelum proses tersebut selesai," ujar Arif.
Ia menambahkan, operasi pencarian pada hari ketujuh tetap dilaksanakan secara maksimal dengan mengerahkan seluruh unsur SAR gabungan yang dibagi ke dalam lima sektor pencarian sesuai perencanaan operasi.
"Kami turut berduka atas penemuan ini. Meski demikian, seluruh personel tetap berkomitmen melanjutkan pencarian terhadap korban lainnya yang masih belum ditemukan. Kami juga mengapresiasi peran aktif masyarakat dan nelayan yang terus memberikan informasi kepada tim di lapangan. Setiap laporan yang masuk akan segera kami tindak lanjuti," tambahnya.
Baca Juga: Basarnas Kerahkan RB 220 dari Mataram Perkuat Operasi SAR KM Nurul Salsa
Kantor Basarnas Makassar bersama Tim SAR Gabungan terus mengintensifkan upaya pencarian di hari ketujuh ini dengan memperluas area operasi menjadi 2.924 nautical mile persegi (NM²) yang dibagi ke dalam lima sektor pencarian dan enam Search and Rescue Unit (SRU). Perluasan area dilakukan untuk mengantisipasi pergerakan korban akibat pengaruh arus dan angin selama beberapa hari terakhir.
Arif yang saat ini selaku Sar Mission Coordinator (SMC) memimpin langsung operasi dari Posko SAR Selayar, mengatakan seluruh unsur SAR gabungan masih bekerja maksimal dengan mengoptimalkan setiap alutsista yang tersedia.
"Hari ini merupakan hari ketujuh pelaksanaan operasi SAR KM Nurul Salsa. Kami terus mengoptimalkan pencarian dengan memperluas area hingga 2.924 nautical mile persegi dan membaginya ke dalam lima sektor agar setiap wilayah yang berpotensi menjadi lokasi hanyutnya korban dapat disisir secara maksimal," ujar Anwar.
Pada operasi hari ketujuh, Basarnas mengerahkan RB Mataram 220, KN SAR Puntadewa, KN SAR Kamajaya 104, KN SAR Pacitan, KRI Marlin 877, KRI Hiu 634, serta unsur TNI, Polri, BPBD, Syahbandar, pemerintah daerah, kapal nelayan, dan berbagai potensi SAR lainnya untuk melakukan penyisiran sesuai Search and Rescue Maritime Prediction (SARMAP).
Hingga saat ini, dari total 78 orang yang berada di atas KM Nurul Salsa, sebanyak 59 orang telah ditemukan selamat, 1 orang telah teridentifikasi meninggal dunia sebelumnya, dan dengan ditemukannya satu jenazah pada hari ini, proses identifikasi masih berlangsung untuk memastikan identitas korban. Operasi SAR akan terus dilanjutkan dengan mengoptimalkan seluruh potensi SAR yang berada di lokasi kejadian.
Berita Terkait
Terpopuler
- Cara Menghilangkan Iklan yang Tiba-Tiba Muncul di Layar HP Android Tanpa Aplikasi Tambahan
- Ajudan Gubernur Kaltim Masuk Desil 1 DTSEN, Mensos Buka Suara
- Wabup Syaefudin Ditahan karena Kasus Korupsi, Bupati Lucky Hakim Minta Maaf ke Pemilih
- Sepasang Sepatu Nike dari Manhattan dan Cerita di Balik Sosok Jenderal Maruli Simanjuntak
- 4 Moisturizer Skintific untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun, Wajah Cerah dan Awet Muda
Pilihan
-
Kebakaran Hutan di Toraja Utara Hanguskan Kuburan Leluhur
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
Terkini
-
Bos Tambang Nikel Ditangkap di Makassar Kasus Pajak Rp1,18 Miliar
-
Kebakaran Hutan di Toraja Utara Hanguskan Kuburan Leluhur
-
Konstruksi Stadion Untia Makassar Berkapasitas 15.000 Penonton Dimulai Awal 2027
-
Gunung Lokon Didominasi Gempa Vulkanik Dangkal, Status Waspada
-
Kabut Asap Memburuk, Pemkot Palu Perpanjang Sekolah Daring