- Ditjenpas memindahkan 79 narapidana risiko tinggi dari Lapas Kelas I Makassar ke Pulau Nusakambangan pada Juli 2026.
- Pemindahan dilakukan secara senyap dengan pengawalan ketat gabungan petugas untuk menjamin keamanan selama proses perjalanan berlangsung.
- Kebijakan ini bertujuan mengoptimalkan sistem pembinaan dan memperketat pengamanan bagi narapidana berisiko tinggi di fasilitas supermaksimum.
SuaraSulsel.id - Sebanyak 79 narapidana kategori risiko tinggi (high risk) dipindahkan dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Makassar ke sejumlah lembaga pemasyarakatan di Pulau Nusakambangan, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah.
Operasi pemindahan dilakukan secara senyap dengan pengamanan berlapis.
Para narapidana diberangkatkan pada malam hari dalam kondisi tangan diborgol dan kepala ditutup demi alasan keamanan.
Pemindahan ini merupakan bagian dari kebijakan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan untuk memperketat sistem pengamanan lembaga pemasyarakatan, sekaligus memastikan warga binaan ditempatkan sesuai tingkat risiko masing-masing.
Seluruh narapidana yang dipindahkan merupakan warga binaan dengan kategori risiko tinggi berdasarkan hasil asesmen yang dilakukan Ditjenpas.
Mereka berasal dari berbagai kasus pidana dan dinilai memerlukan penempatan di lapas dengan tingkat pengamanan maksimal serta pola pembinaan yang lebih khusus.
Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas Sulawesi Selatan, Mulyadi mengatakan pemindahan tersebut merupakan langkah strategis untuk menjaga keamanan dan ketertiban di dalam lapas, sekaligus meningkatkan efektivitas pembinaan bagi narapidana berisiko tinggi.
"Pemindahan narapidana risiko tinggi ke Nusakambangan merupakan bagian dari strategi penguatan sistem pengamanan pemasyarakatan," kata Mulyadi, Senin, 20 Juli 2026.
Ia menjelaskan sistem pemasyarakatan saat ini menerapkan penempatan narapidana berdasarkan tingkat risiko.
Baca Juga: Bagaimana Mekanisme dan Dasar Regulasi Pencairan Dana Hibah Rp15 Miliar KONI Makassar?
Dengan pola tersebut, setiap warga binaan dapat menjalani program pembinaan yang disesuaikan dengan karakteristik dan tingkat ancaman yang dimiliki.
"Langkah ini juga bertujuan menempatkan narapidana sesuai tingkat risikonya sehingga proses pembinaan dapat berlangsung lebih efektif, terukur, dan optimal," ujarnya.
Proses pemindahan berlangsung dengan pengawalan ketat sejak para narapidana dikeluarkan dari Lapas Kelas I Makassar hingga tiba di Nusakambangan. Operasi ini melibatkan Tim Pengamanan Intelijen (Pamintel) Ditjenpas, personel Korps Brimob Polri, serta petugas Lapas Kelas I Makassar.
Pengamanan dilakukan secara berlapis untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan selama perjalanan, termasuk potensi upaya pelarian maupun gangguan keamanan lainnya.
Seluruh prosedur dijalankan sesuai standar operasional bagi pemindahan narapidana kategori risiko tinggi.
Mulyadi menegaskan keberhasilan operasi tersebut tidak lepas dari koordinasi lintas instansi yang terjalin selama proses pemindahan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kajian UGM: Durasi Pidato Prabowo Naik Tiga Kali Lipat, Ucapan Tidak Pantas Tercatat 311 Kali
- 3 Sepatu Puma Tanpa Tali yang Nyaman Buat Jalan, Bergaya hingga Lari
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- 5 HP OPPO Terbaru di Indonesia, dari Midrange Tangguh hingga Flagship Superior
- Buntut Panjang RI Pangkas Ekspor Gas, Bahlil Kini Ketakutan Impor Pertalite Distop Singapura
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
2 Kasus Kekerasan Seksual Difabel di Sulsel, Polisi Didesak Bertindak
-
Disabilitas di Bawah Umur Hamil 7 Bulan di Maros, Pelaku 7 Kakek-kakek Belum Ditangkap
-
Polisi Hutan Tewas Tertimpa Pohon Saat Padamkan Karhutla Toraja Utara
-
Mobil Listrik Harga Rp100 Jutaan Ada di GIIAS Makassar
-
Gubernur Sulsel: Sekolah Rakyat Buka Jalan Menuju Generasi Emas 2045