- Warganet dan tokoh publik mengkritik pemilihan kucing Masha sebagai ikon visual di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin baru-baru ini.
- Para pengkritik menilai ikon tersebut kurang merepresentasikan identitas lokal Sulawesi Selatan dibandingkan simbol budaya seperti kapal Phinisi.
- Pihak bandara menegaskan Masha hanya ornamen dekoratif sementara untuk spot foto, bukan menggantikan identitas utama bandara tersebut.
Ia menjelaskan ikon utama bandara masih terlihat jelas melalui Patung Sultan Hasanuddin yang berdiri di pintu gerbang utama.
Selain itu, terdapat berbagai elemen visual yang merepresentasikan Sulawesi Selatan, seperti miniatur Masjid 99 Kubah, kapal Phinisi, foto-foto destinasi wisata, hingga kuliner khas daerah yang dipasang di sejumlah area terminal.
"Ikon bandara sudah terletak jelas di pintu gerbang utama yaitu Patung Sultan Hasanuddin. Di beberapa area terminal juga menghadirkan Masjid 99 Kubah, kapal Phinisi, dan foto-foto destinasi wisata serta makanan khas Sulsel yang terpasang dan menjadi ikon bandara," ujarnya.
Nama Masha sendiri merupakan singkatan dari Maros Sultan Hasanuddin Airport.
Karakter itu dirancang sebagai ikon visual yang merepresentasikan pengalaman perjalanan yang ramah dan menyenangkan bagi para penumpang.
Sebagai karakter, Masha digambarkan sebagai kucing British Shorthair dengan dominasi warna oranye dan putih.
Warna oranye dipilih karena melambangkan kehangatan, semangat, dan optimisme dalam menyambut perjalanan baru.
Sementara warna putih mencerminkan ketenangan, kebersihan, dan harmoni yang diharapkan dapat memberikan kenyamanan bagi para pengguna jasa bandara.
Lebih dari sekadar maskot, Masha juga dibangun dengan filosofi yang terinspirasi dari karakter kucing.
Baca Juga: Makassar Half Marathon 2026 Pakai Dana APBD 2,5 Miliar
Kucing mengajarkan tentang kehidupan yang tenang, mandiri, dan autentik. Hewan tersebut juga dianggap mampu hidup sepenuhnya pada momen saat ini tanpa dibebani kecemasan berlebihan terhadap masa depan.
Kucing juga melambangkan kemandirian, kepercayaan diri, dan kebahagiaan yang berasal dari dalam diri sendiri, bukan dari pengakuan orang lain.
Karena itu, Masha diharapkan menjadi simbol perjalanan yang hangat, nyaman, dan penuh makna bagi setiap penumpang yang datang maupun berangkat melalui Bandara Sultan Hasanuddin.
Kontributor : Lorensia Clara Tambing
Berita Terkait
Terpopuler
- Korupsi Rp18,7 Miliar, Wakil Bupati Indramayu Resmi Ditahan, Lucky Hakim Masih Bungkam
- Dingatkan Teddy Segera Akhiri Pidato, Prabowo: Letkol Ngatur Presiden
- Cetak 6 Gol dalam 6 Laga Bersama Persija, Shin Tae-yong Angkat Topi untuk Alexander Jeremejeff
- Sepatu Lari Buatan Lokal Unjuk Gigi di Berlin dan Chicago Marathon
- Bisakah Bedak Marcks dan Air Mawar Viva untuk Mengunci Makeup? Begini Caranya
Pilihan
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
Terkini
-
Andi Sudirman Masuk Daftar 10 Gubernur Berkinerja Baik Versi Anak Muda
-
Demo 2 Tahun Prabowo-Gibran di Unhas Berakhir Rusuh, Satu Mahasiswa Diamankan
-
Eks Pj Gubernur Sulsel Bahtiar Baharuddin Disikat Lagi oleh Kejati
-
Mark-up hingga Peserta Fiktif, Daftar Modus Korupsi Balai Pelatihan Dibongkar Kejati Sulsel
-
Gerakan Pangan Murah Nasional Digelar di Makassar