- Bareskrim Polri menghentikan sementara aktivitas PT WIN di Desa Torobulu, Konawe Selatan, pada Sabtu 30 Mei guna mengutamakan keselamatan warga.
- Penghentian kegiatan dilakukan untuk merespons laporan masyarakat terkait kekhawatiran dampak sosial dan keselamatan lingkungan di sekitar area tersebut.
- Perusahaan diwajibkan melakukan relokasi warga sebelum beroperasi kembali jika ditemukan cadangan nikel di lokasi tambang tersebut ke depannya.
SuaraSulsel.id - Direktorat Tindak Pidana Tertentu Bareskrim Polri menghentikan sementara seluruh aktivitas di lahan milik PT Wijaya Inti Nusantara (WIN) di Desa Torobulu, Kecamatan Laeya, Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, Sabtu (30/5).
Direktur Tindak Pidana Tertentu Bareskrim Polri Brigjen Pol Moh. Irhamni mengatakan penghentian sementara atau status quo tersebut dilakukan untuk menindaklanjuti laporan masyarakat terkait kekhawatiran dampak sosial dan keselamatan warga.
“Kami menuju lokasi di Torobulu untuk menindaklanjuti informasi masyarakat. Setelah kami cek, PT WIN ini memang memiliki Izin Usaha Pertambangan (IUP) yang masih berlaku dan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) sampai bulan Maret,” kata Irhamni.
Ia menyebutkan, meski perusahaan memiliki izin yang masih berlaku, aktivitas di lokasi yang berdekatan dengan permukiman warga dihentikan sementara untuk mengutamakan keselamatan masyarakat.
Bareskrim Polri bersama Pemerintah Kabupaten Konawe Selatan memutuskan penghentian seluruh kegiatan di lokasi tersebut mulai hari ini.
Irhamni menegaskan apabila ke depan ditemukan cadangan nikel dan perusahaan ingin melanjutkan operasi, maka harus dilakukan relokasi warga terlebih dahulu.
Sebaliknya, jika tidak ditemukan cadangan nikel, status quo akan diberlakukan seterusnya.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk melapor kepada aparat penegak hukum apabila menemukan dugaan kegiatan ilegal tanpa melakukan aksi yang berpotensi mengganggu ketertiban.
“Keselamatan warga menjadi prioritas utama,” ujarnya.
Baca Juga: Ini Motif Suami di Konawe Selatan Aniaya Istri Hingga Meninggal
Di lokasi yang sama, General Manager PT WIN Nuriman mengatakan aktivitas yang dilakukan perusahaan bukan merupakan kegiatan penambangan nikel, melainkan pekerjaan fasilitas untuk kebutuhan masyarakat sekitar.
Menurut dia, material di lokasi tersebut tidak mengandung nikel, melainkan tanah jenis lain seperti semen, pasir batu, dan lempung.
Ia menjelaskan kegiatan perusahaan meliputi penyediaan sumber air bersih, perataan lahan permukiman, pembuatan cincin sumur, penimbunan kembali lubang galian, serta pembangunan akses jalan untuk mitigasi banjir.
Nuriman menyatakan pihaknya menghormati keputusan aparat penegak hukum terkait penetapan status quo di lokasi tersebut.
"Karena dari awal ini bukan kegiatan penambangan dan niatnya murni untuk membantu warga, kami tidak mempermasalahkan status quo tersebut," jelas Nuriman.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- Djarum Digeledah KPK, Publik Ramai Kaitkan dengan Isu Haji Isam dan DBS
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- Cara Cek KTP Kita Terdaftar di Pinjol Apa Saja?
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Kejahatan Kosmetik di Sulawesi Utara Tertinggi Kedua Nasional
-
10 Pelaku UMKM Difabel di Palu Terima Bantuan Modal Usaha
-
Berapa Harga Jual Maksimal Beras SPHP ? Bulog Awasi Pengoplosan di Kendari
-
Harga Cabai Merah Besar di Jayapura Tembus Rp120 Ribu per Kilogram
-
Gubernur Sulsel Resmikan Jalan Paleteang - Malimpung - Kabere, Akses 800 Ribu Warga Makin Lancar